Berita Utama

Proyek Bendungan Bagong Rampung Desember 2024?

▪︎JATIM – POSMONEWS.com,-
Mega proyek strategis nasional (PSN) tengah fokus membangun Bendungan terbesar di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.  Bendungan terbesar tersebut bernama Bendungan Bagong.

Dikutip dari web: brantas-abipraya.co.id. bahwa pembangunan Bendungan Bagong di Trenggalek, dikelola  PT Brantas Abipraya Persero agar bisa selesai tepat waktu dan mendukung irigasi kawasan itu.

“Bendungan itu bertujuan untuk memenuhi misi ketahanan pangan dan ketahanan air dalam,” ujar Direktur Utama Brantas Abipraya, Sugeng Rochadi.

Sugeng menyatakan bahwa Bendungan Bagong ini merupakan bendungan multiguna yang berfungsi tak hanya sebagai sumber air baku.

Proyek pembangunan Bendungan Bagong juga sebagai pengendali banjir, sumber daerah irigasi, sumber pembangkit listrik dan juga berpotensi menjadi destinasi baru pariwisata.

“Pembangunan bendungan ini merupakan upaya kami dalam memitigasi krisis air dan kekeringan yang terjadi pada climate change,” ujar Sugeng.

“Brantas Abipraya akan terus menunjukkan komitmennya dalam memajukan sektor infrastruktur, salah satunya dalam pembangunan sumber daya air,” tutur tandasnya.

Melalui proyek Bendungan Bagong inipun juga merupakan wujud nyata sinergi positif Brantas Abipraya.

“Sebagai BUMN Karya dengan Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat),” ujar Sugeng.

“Brantas Abipraya akan terus menunjukkan komitmennya dalam memajukan sektor infrastruktur,” tambahnya.

Salah satunya dalam pembangunan sumber daya air. Melalui proyek Bendungan Bagong inipun juga merupakan wujud nyata sinergi.

Sementara Direktur Operasi I Brantas Abipraya, Muhammad Toha Fauzi, mengaku optimitis pihaknya akan tuntaskan bendungan ini tepat waktu.

Tuntasnya bendungan dengan tepat waktu agar masyarakat Trenggalek dan sekitarnya lekas bisa merasakan manfaatnya.

“Nantinya bendungan ini dapat meningkatkan Daerah Irigasi (DI) di Trenggalek seluas 867 hektare (ha),” ujar Toha Fauzi.

Toha Fauzi mengatakan bahwa Bendungan Bagong didesain dengan tipe urugan zonal, dengan tinggi puncak inti tegak 82 meter dan panjang 678 m. Bendungan  di Desa Sumurup dan Sengon dengan berjarak 10 km dari pusat kota Kabupaten Trenggalek.

Kabupaten Trenggalek ini mendapatkan sumber air yang berasal dari Sungai Bagong dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) 39,95 kilometer persegi.

“Hal itu dikarenakan bendungan ini memiliki kapasitas tampung 17,40 juta meter kubik (m3),” tegasnya.

“Selain itu Bendungan Bagong ini juga berfungsi untuk mengurangi debit air Sungai Bagong sebesar 78,44 persen sekaligus DAS Bagong serta potensi pariwisata,” tambah Toha Fauzi. [FEND]

Related Articles

Back to top button