Edukasi Bermasker di Pasar Tradisional

Mengantisipasi terhadap kemungkinan pandemi baru, dan klaster baru Covid-19 terutama di pusat-pusat kerumunan warga Lamongan, terutama di pasar-pasar tradisional yang dimungkinkan sebagai mata rantai penyebaran virus ini, perlu pendekatan humanisme berupa edukasi dari pemerintah agar warga sadar dan disiplin untuk mematuhi protokol kesehatan.
Peran TNI dalam menangkal dan memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease (Covid 19) di wilayah Kabupaten Lamongan terus terprogram dan bersinergi dengan Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid 19 Lamongan. Salah satu kegiatan yang kini sedang dilakukan adalah program edukasi terhadap masyarakat di Lamongan.
Masyarakat harus mematuhi protokol kesehatan (Prokes) selama virus corona tersebut masih melanda Lamongan khususnya di Kecamatan Mantup.
Di wilayah selatan Lamongan yang berbatasan dengan Gresik (timur), Mojokerto (selatan) ini menjadi lokasi yang tetap harus dikontrol. Karena sebagai kawasan perbatasan tentu potensi penyebaran virus corona. Untuk itulah Bintara Pembina Desa (Babinsa) sebagai aparat kewilayahan memiliki tanggung jawab moril untuk turut serta memberikan edukasi masyarakat yang ada di wilayah binaannya masing-masing.
Menjadi salah satu pilar di jajaran Muspika, Babinsa Koramil 09/Mantup Jajaran Kodim 0812, Serma Eko Yulianto bersama rekan Babinsa lainnya menyambangi pusat pasar tradisional wilayah Kecamatan Mantup Kabupaten Lamongan yang terletak di Desa Pasar Mantup, Selasa (8/9/2020).
Dalam program edukasi tersebut, Serma Eko Yulianto menekankan kepada masyarakat untuk mematuhi Protokol kesehatan selama melakukan aktivitas berbelanja atau jual beli seperti menghindari terjadinya kerumunan, memakai masker dan tidak lupa mencuci tangan pakai sabun.
“Dimasa pandemi ini, kami tidak hanya memastikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat, tapi juga ikut berperan dalam mencegah penyebaran Covid 19 di wilayah binaan,” urai Dandim 0812/Lamongan, Letkol Inf Sidik Wiyono, S.H., M.Tr.Han di sela kegiatan.
Masih menurut Dandim, “pemantauan pasar tradisional ini, sebagaimana instruksi dari Komando Atas untuk terus memberikan arahan dan himbauan kepada masyarakat
Bukan hanya itu juga agar mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah tentang pendisiplinan Prokes, menjaga jarak fisik, jarak sosimencuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer .
“Kami secara rutin melakukan patroli di tempat-tempat keramaian, seperti tempat wisata dan pasar-pasar yang ada di wilayah binaan. Semoga operasi dan edukasi ini bisa menjadijan masyarakat lebih disiplin dan terus menjaga kesehatannya, agar pandemi ini akan segera berakhir,” katanya.
(DANAR SP)



