Berita Utama

PUPR Targetkan Bendungan Jlantah Rampung Oktober 2023

▪︎JATENG-POSMONEWS.COM,-
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), tengah mempercepat penyelesaian pembangunan Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Ditargetkan, proyek tersebut rampung tahun 2023.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Jarot Widyoko, mengatakan Bendungan Jlantah akan menghasilkan air baku sebesar 150 liter per detik, potensi pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) sebesar 625 KWh, reduksi banjir sebesar 70,34 m3 per detik serta konservasi dan pariwisata di Kabupaten Karanganyar.

“Saat ini konstruksinya telah mencapai 44 persen dan akan dipercepat proses penyelesaiannya dari rencana Desember 2023 menjadi Oktober 2023,” kata Jarot Widyoko seperti dikutip dalam keterangan resminya.

Bendungan Jlantah dibangun Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dengan salah satu kegunaannya adalah mengaliri lahan pertanian seluas 1.494 hektare (Ha) untuk 2 Kecamatan di Kabupaten Karanganyar yaitu Kecamatan Jatiyoso dan Jumapolo.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Maryadi Utama, mengatakan Bendungan Jlantah merupakan tipe urugan random pasir kerikilan atau zonal inti tegak, yang memiliki kapasitas tampung 10,97 juta m3 bersumber dari aliran Sungai Jlantah, konstruksi bendungan didesain dengan tinggi 70 m, panjang puncak 404 m.

“Kontraktor dari pengerjaan bendungan ini adalah PT Waskita Karya (Persero) dan PT Adhi Karya KSO dengan nilai kontrak sebesar Rp965 miliar,” ujar Jarot.

Ketua Tim Kunker Komisi V DPR RI, Hamid Noor Yasin, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PUPR yang tengah mempercepat penyelesaian konstruksi Bendungan Jlantah agar segera dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar baik untuk kebutuhan irigasi, air baku, budidaya air tawar, dan pariwisata.

“Karena ini masih proses pembangunan, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana mengantisipasi penanganan sedimentasi, langkah ini penting dilakukan untuk menjaga keberlangsungan dan kebermanfaatan dari waduk Jlantah di masa mendatang,” jelasnya.

Seperti diketahui, proyek Bendungan Jlantah merupakan salah satu kegiatan prioritas pemerintah dan sudah masuk dalam RPJM 2010/2014, dan kini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) berdasarkan PERPRES No. 56 Tahun 2018 dan PERPRES No.109 Tahun 2020.

Perencanaan Pembangunan Bendungan Jlantah telah dimulai dengan Studi Waduk/Bendungan Tahun 2012, DED Tahun 2013 (Studi Investigasi tambahan DD tahun 2017), Studi AMDAL Tahun 2017 dan LARAP Tahun 2015.

Bendungan Jlantah nantinya akan menghasilkan air baku sebesar 150 liter/detik, serta mampu mengairi lahan seluas 1.494 ha di kawasan Kecamatan Jatiyoso, Jumapolo, dan Jatipuro.

Bendungan dirancang dengan kapasitas tampungan total sebanyak 10,97 juta m3 tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,625 MW, pengendalian banjir, serta konservasi pariwisata di wilayah Kabupaten Karanganyar.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., mengatakan pekerjaan Bendungan Jlantah dilaksanakan mulai tahun 2018 lalu dan direncanakan selesai tahun 2023 dengan sumber dana APBN.**(fend)

Related Articles

Back to top button