Berita

Perang Sound System dalam Tradisi Carnaval Sembayat 2022

▪︎GRESIK-POSMONEWS.COM,-
Tradisi tahunan carnaval di Desa Sembayat, Kecamatan Manyar, Gresik, tidak hanya adu kreatifitas pembuatan properti. Namun, tradisi tersebut juga sebagai ajang “perang sound system”.

Perang sound system itu terjadi karena puluhan pemilik sound system bakal ikut memeriahkan Carnaval Sembayat 2022.

Sound system tersebut disewa oleh 23 RT di wilayah Desa Sembayat yang mengikuti carnaval. Sound system di sekitar Kabupaten Gresik itu disewa dengan cara swadaya. Harga sewa bisa sangat fantastis, satu set sound system disewa hingga jutaan rupiah.

“Pokoknya membikin properti, seragam peserta carnaval, serta
satu set sound system kita mengeluarkan dana lebih dari Rp. 10 juta,” ujar salah seorang pemuda di sebelah barat Pasar Sembayat.

Menurut Arifin Sulkhan, warga RT 13 /4 Jalan Kauman, Sembayat Timur, warganya membuat cerita “Legenda Rama, Shinta dan Rahwana”. dalam Carnaval Sembayat 2022 tersebut.

“Maaf Rama dan Shinta masih dibungkus plastik, biar tidak masuk angin,” kelakar Cak Ipin, panggilan akrab Arifin Sulkhan.

Disinggung soal “perang sound system” dalam tradisi Canaval Sembayat itu hal yang lumrah. Sebab, dengan adanya sound system acara carnaval bertambah semarak.

“Kalau gak ada sound-nya, waduh gak bisa bayangkan. Pasti sepi, lha sound itulah yang membikin peserta carnaval bersemangat,” ujarnya.

Lebih jauh Cak Ipin mengatakan, uang untuk menyewa sound system tersebut diperoleh secara urunan atau swadaya masyarakat.

“Uang sewa sound system sih bervariasi, tergantung besar kecilnya peralatan. Ya, rata-rata sih berkisar Rp. 300 ribu, itu belum termasuk sewa mobil pick up untuk mengangkut sound-nya,” papar Cak Ipin.

Dia menambahkan, menurut kebiasaan kalau sound system dipergunakan acara carnaval harganya tidak sama saat disewa acara pernikahan atau pentas musik dandutan.

“Alhamdulillah di RT 13 mendapatkan harga sewa sound system agak miring,” pungkasnya.
**(zi/ahm)

Related Articles

Back to top button