Berita

Hadir di YPI Hidayatul Mubtadi’in, BPIP Ingin Mewujudkan Internalisasi Ekonomi Pancasila

▪︎MALANG-POSMONEWS.COM,-
Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia mengajak seluruh masyarakat dan anak-anak generasi penerus bangsa akan pentingnya landasan ideologi Pancasila agar tercermin nilai-nilai dasar seperti persatuan, keadilan sosial, kemanusiaan yang adil dan beradab.

Hal itu disamaikan Deputi Bidang Hukum, Advokasi dan Pengawasan Regulasi BPIP K.A. Tajuddin SH. M.H saat menghadiri acara Advokasi Pembinaan Ideologi Pancasila dalam rangka Internalisasi Ekonomi Pancasila Melalui Peran Pondok Pesantren di Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Hidayatul Mubtadi’in Malang yang berada Tasikmadu Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, Sabtu (15/7/2023).

Tajuddin menjelaskan bahwa memang tantangan Pancasila sekarang ini terasa lebih berat, kalau dulu di zaman Orde Baru tantangan pembinaan ideologi Pancasila itu tidak seberat sekarang karena sekarang sudah maju secara teknologi.

“Kalau dulu paling banter kita punya TV dan radio, dan itupun terbatas. Sehingga media komunikasinya dulu terbatas, Sekarang sudah canggih. Maka banyak sekali informasi yang mudah didapat,” ucap Jaluddin.

Ia mengatakan, walaupun belum ada penelitian, tetapi kita bisa perkirakan bisa dianalisis salah satu penyebabnya adalah ideologi Pancasila mulai ditinggalkan. Mengapa kita bisa sebut seperti itu karena pendidikan Pancasila di lingkungan sekolah dianggap sudah tidak ada lagi.

“Dulu ada pendidikan Moral Pancasila, tapi sekarang sudah tidak ada lagi. Dulu ada Penataran P4, sekarang sudah tidak ada lagi penampakan P4 sehingga banyak orang yang tidak tahu dari nilai-nilai Pancasila,” terangnya.

Menurutya, rasa cinta pada Pancasila kenapa ini harus dilakukan supaya persatuan kita, kekeluargaan kita serta saling menghormati diantara kita itu kembali dibangun dengan rasa cinta pada tanah air.

“Kita bangun kembali, kalau tidak maka negara ini bisa terpecah. kalau sudah terpecah maka kita menjadi negara masing-masing,” katanya.

Harapan ke depan ingin mewujudkan nilai Pancasila itu betul-betul dalam tindakan, tidak hanya dihafal tapi betul-betul tercermin dalam perilaku sehari-hari dan mencoba melakukan internalisasi ekonomi Pancasila.

“Selama ini tapi kita lupa atau mungkin tidak sadar apa yang kita lakukan itu adalah ekonomi Pancasila. Contoh nyatanya adalah arisan, Bapak Ibu tahu arisan itu di semua daerah di Indonesia ada itu arisan gotong royong,” terangnya.

“BPIP sekarang ini di tugaskan pak Presiden menyusun buku pelajaran Pancasila , dan 70% isi buku yang kita buat itu berupa contoh perbuatan sesuai Pancasila misalnya sila pertama ketuhanan, bagaimana sila kedua. Dan buku dibuat bekerja sama dengan kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan semua nilai-nilai Pancasila,” ungkap Jaluddin.

Sementara itu, ketua Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Hidayatul Mubtadi’in Hj. Nurlaila, SPd melalui kepala Humas Ginanjar Yoni Wardoyo ST mengatakan pada intinya di internal yayasan mempunyai misi khusus, yakni ngin menjadi prototipe, pondok pesantren yang mensinergikan antara kurikulim santri dengan kurikulum Pancasila.

“Jadi bagaimana nanti pondok pesantren di Malang Raya khususnya, menjadi prototipe pondok pesantren yang mengedepankan nilai-nilai pancasila teraplikasi dalam kehidupan sehari-hari pada santri,” jelasnya.

Prototab seperti apa, Yoni menjelaskan yang pertama pada kurikulum, dengan mengembangkan mutu, dalam artian mutu dalam output siswa itu tidak hanya nilai akademis, tapi juga nilai pancasila yang bukan hanya tersampaikan tapi teraplikasikan dan teramalkan.

“Dan yang kedua terkait ekonomi pancasila, bagaimana kita itu menggandeng unit usaha kegiatan ekonomi di sekitar lingkungan pesantren, juga wali murid pesantren untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha tersebut,” kata Yoni.

Dan dua hak ini ternyata mendapatkan feedback positif dari BPIP pusat. Dan dari BPIP Pusat juga mempunyai kepentingan bagaimana pondok peaantren itu menjadi pioner dan menjadi garda terdepan dalam mengembangkan atau menanamkan nilai-nilai pancasila.

Sehingga dari titik temu itu, dari BPIP dan pesantren mulai melakukan sinergi. Dab ini menjadi titik awal bagaiman ke depan visi misi kita menjadi pioner prototab pondok pesantren yg didalamnya ada kurikukum salaf dan kurikulum pancasila.

“Arinya tidak ada yang bertentangan. Jadi pancasila selaras dengan konsep ajaran salaf,” ucapnya.▪︎(Dadang/AHM)

Related Articles

Back to top button