Berita

Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar SMPN di Kab Malang

▪︎MALANG-POSMONEWS.COM,-
Siswa-siswi kelas VII SMPN di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, menggunakan implementasi Kurikulum Merdeka Belajar pada tahun pelajaran 2022-2023. Di antaranya, SMPN 02 di Kecamatan Wagir, SMPN 1 Wagir, dan SMPN 03 Kepanjen, Kabupaten Malang.

“Seperti di SMPN 2 Sumberpucung kini telah menerapkan kurikulum Merdeka Belajar yang diterapkan pada kelas VIII, mengingat kelas IX dan VII tengah menjalankan kurikulum sebelumnya,” kata Kepala SMP Negeri 2 Wagir, Muriyadi, SMPN 1, Budi Utomo, Spd. MPd dan SMP Negeri 2 Sumberpucung, Dafid dan Siyami Puji Hartati.

Dafid, Budi Utomo dan pengurus MKKS menerangkan, untuk memaksimalkan penerapan kurikulum tersebut, pihaknya telah melalukan persiapan maksimal.

“Kami telah beberapa kali menggelar workshop melalui MKKS juga Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, juga pembelajaran terkait rancangan dari implementasi kurikulum merdeka belajar ini, terlebih merupakan hal yang baru untuk itu perlu dilakukan persiapan yang maksimal,” ujarnya.

Ia berharap, nantinya siswa yang mengikuti kurikulum Merdeka Belajar ini bakal merasa nyaman dan dapat berkembang.

“Utamanya kita harapkan siswa/siswi tidak lagi terbebani dengan masalah skill karena nantinya mereka akan fokus memilih mata pelajaran apa saja yang akan dipelajari dan dikembangkan utamanya dalam persiapan menuju jenjang pendidikan selanjutnya dan hal itu bukan hanya menjadi diskusi dari guru dan murid saja tapi juga mendapat masukan dari bimbingan konseling dan orang tua siswa, komite,” lanjut David Harijono, Muriadi, Budi Utomo dan Siami Puji Hartati.

Menurut David Harijono, Budi Utomo, Muriyadi dan Siami Puji Hartati, dengan terobosan Kurikulum Merdeka Belajar tersebut siswa diajak bagaimana bisa mandiri, bisa berkolaborasi dengan orang banyak dan bagaimana siswa dibuat harus berpikir kreatif.

Penerapan kurikulum Merdeka Belajar tersebut, lanjut David, Siyami Puji Hartati dan pengurus MKKS juga sesuai dengan arahan Menteri Pendidikan, Nadiem Makariem, yang mengharapkan melalui kurikulum tersebut pembelajaran akan jauh lebih memerdekakan, menyenangkan, mendalam, dan relevan untuk para pelajar.**(ely/ade)

Related Articles

Back to top button