Berita Utama

Mengenal Pasukan Elite Batalyon Intai Amfibi atau YonTaifib 

▪︎HUT Batalyon Intai Amfibi Marinir 13 Maret 1961-13 Maret 2022

BATALYON Intai Amfibi atau disingkat YonTaifib adalah satuan elite dalam Korps Marinir yang memiliki spesialisasi dalam operasi Pengintaian Amfibi (Amphibious reconnaissance) dan Pengintaian Khussus (Special reconnaissance).

Dahulunya satuan ini dikenal dengan nama KIPAM (Komando Intai Para Amfibi). Untuk menjadi anggota YonTaifib, calon diseleksi dari prajurit Marinir yang memenuhi persyaratan mental, fisik, kesehatan, dan telah berdinas aktif minimal dua tahun.

Dklansir dari kodiklatal.tnial.mil.id dan kobangdikal.mil.id menyebutkan bahwa salah satu program latihan bagi siswa pendidikan Intai Amfibi, adalah berenang dalam kondisi tangan dan kaki terikat, sejauh 3 km. Dari satuan ini kemudian direkrut lagi prajurit terbaik untuk masuk kedalam Detasemen Jala Mengkara, pasukan elite-nya TNI Angkatan Laut.

Sejarah Yon Taifib

Semenjak berdirinya KKO AL setiap penugasan dirasakan perlunya data-data intelejen, serta pasukan khusus yang terlatih dan bisa melaksanakan aktivitas khusus yang tak dapat dikerjakan oleh satuan biasa dalam rangka kesuksesan tugas.

Menjawab kebutuhan tersebut, tanggal 13 Maret 1961 berlandaskan Surat Keputusan (SK) Komandan KKO AL No.47/KP/KKO/1961 tanggal 13 Maret 1961, tentang pembentukan KIPAM. Pada tanggal 13 Maret 1961, KIPAM berdiri di bawah Yon Markas Posko Armatim – I, para perintis berdirinya KIPAM; Sumardi, Untung Suratman, Moelranto Wiryohuboyo, dan Ali Abdullah. Pada tanggal 25 Juli 1970 KIPAM berubah menjadi Yon lntai Para Amfibi.

Tanggal 17 November 1971 Yon lntai Para Amfibi berubah menjadi Satuan lntai Amfibi, pada akhir-akhirnya berubah menjadi Batalyon lntai Amfibi atau disingkat Yon Taifib Mar di bawah Resimen Bantuan Tempur Korps Marinir.

Seiring dengan perkembangan Korps Marinir dengan peresmian Pasmar I SK Kasal No. Skep/08/111/2001 tanggal 12 Maret 2001 tentang Yon Taifib Marinir tak lagi dibawah Resimen Bantuan Tempur Korps Marinir (Menbanpurmar), akan tapi langsung telah tersedia di bawah Pasmar. Melihat lingkup penugasan serta kemampuannya, akhirnya Taifib secara resmi disahkan menjadi Pasukan Khusus TNI AL. Hal ini sesuai dengan SK Kasal No. Skep/1857/XI/2003 tanggal 18 November 2003 tentang Pemberian Status Pasukan Khusus untuk Intai Amfibi Korps Marinir.

Tugas Pokok YonTaifib

Yon Taifib benar tugas pokok membina dan menyediakan kekuatan serta membina kemampuan unsur-unsur amfibi maupun pengintaian darat serta tugas-tugas operasi khusus dalam rangka pelaksanaan operasi pendaratan amfibi, operasi oleh satuan tugas TNI AL atau tugas-tugas operasi lainnya.

Ciri Prajurit Yon Taifib

Didapatkan melewati seleksi yang sempit, berasal dari prajurit Marinir pilihan yang benar kemampuan fisik prima, serta benar tingkat psikologi standar Pasukan Khusus sesuai tuntutan.

Rasio pasukan Taifib selalu jauh semakin kecil dari pasukan biasa atao reguler, karena dalam tugas-tugas khusus dituntut kecepatan, kerahasiaan yang tinggi, keakuratan, keuletan, disiplin lapangan serta kesuksesan tugas.

Dididik dengan sempit dan keras melewati beberapa tahap, dimana setiap tahapan yang dijadikan mengukur tingkat kesiapan siswa dan melanjutkan proses penggemblengan sebagai menjadi calon prajurit Taifib.

Dilatih secara khusus mengikuti program yang sempit dengan tingkat risiko yang tinggi. Hal tersebut tergambar dalam program berupa pembinaan yang keras, pembinaan mental dengan tingkat stressing yang tinggi, pembinaan berbagai keterampilan khusus yang dikondisikan seperti dalam tugas sebenarnya. Latihan-latihan tersebut meliputi kemampuan dalam bidang yang mesti dilakukan di laut, darat, dan udara.

Yon Taifib benar-benar kemampuan melaksanakan tugas secara berdiri sendiri, dari induk pasukan dalam definisi bisa melaksanakan survival secara tim maupun perorangan, bisa beradaptasi dengan sekeliling yang terkait sekitarnya dan bisa mengatasi tekanan mental di kawasan penugasan, kemampuan infiltrasi dan eksfiltrasi ke atau dari kawasan musuh melewati media, sela lain free fall dengan sistem HALO dan HAHO, STABO/SPIE, berenang, menyelam, serta salah satu kemampuan bawah air atau combat swimmer melewati peluncur torpedo kapal selam.

Sistem Penerimaan Prajurit

Prajurit Intai Amfibi Korps Marinir TNI AL diambil dari prajurit pilihan Korps Marinir melewati seleksi sempit dan keras. Karena di tangan personel Taifib-lah suatu kesuksesan operasi Amfibi yang dilakoni, Korps Baret Ungu dan seluruh elemen TNI dipertaruhkan. Perekrutan prajurit Taifib seleksi prajurit Taifib atas dasar suka rela dari prajurit Korps Marinir (semua anggota tempur: Infanteri, Artileri, Kavaleri, Bantuan Tempur dan Pertahanan Pangkalan) yang sudah benar basic tempur.

Di antaranya; Pendidikan Dasar Kemiliteran, Pendidikan Keprajuritan Marinir, Pendidikan Taktik Operasi Darat, Pendidikan Komando Marinir (Dikko), Pendidikan Menembak Kualifikasi, Pendidikan Operasi Amfibi termasuk Raid Amfibi, Para Dasar (Paradas), Penyelaman, dan Free Fall.

Seleksi Calon Siswa  Yon Taifib

Seleksi calon siswa Taifib sangat sempit dan keras meliputi; seleksi kesehatan dengan Stakes I, samapta baik, berenang, push up, sit up, pull up dalam waktu tertentu dan lulus tes psikologi Pasukan Khusus standar TNI. Calon siswa Diktaifib maksimal berusia 26 tahun berpegang pada kebenaran Perwira, Bintara dan Tamtama TNI-AL.

Pendidikan Prajurit  Yon Taifib

Aktivitas pelatihan calon prajurit Taifib dibagi dalam beberapa tahap yang mencakup; ajang Darat, Laut, Udara dan Bawah Air. Dalam setiap tahap calon akan terseleksi secara alamiah karena materi yang dihadapkan semakin hari semakin berat dan menuntut para siswa benar-benar menguasai ilmu yang diberikan pada tahap sebelumnya.

Pasalnya tahap-tahap dalam pendidikan sebenarnya adalah satu rangkaian operasi yang benar-benar dilakukan prajurit Intai Amfibi dalam melaksanakan tugas dalam pertempuran atau operasi lain nantinya.

Pendidikan Taifib dilakukan selama 9 bulan bertempat (Base Camp) di Pusdik Marinir yang belakang sekali dilanjutkan Puslatpur Marinir Karang Tekok Situbondo, Jawa Timur, Marinir tercatat mempuyai 8 Puslatpur (Pusat Latihan Pertempuran) di Grati, Pasuruan, Karang Tekok, Situbondo, Purboyo di Bantur, Malang, Asem Bagus, Situbondo, Banongan, Situbondo, Jampang Tengah, Sukabumi, Baluran, Banyuwangi, Selogiri, Banyuwangi.

Seluruhnya juga dipakai sebagai base camp oleh Marinir sebagai melatih para calon prajurit Taifib ini. Karena disesuaikan dengan materi pendidikan yang diajarkan, Taifib juga mengikut sertakan pelatih dari setiap Batalyon Taifib, Perwira Batalyon Taifib termasuk Komandan Batalyon, dan Prajurit Senior Taifib sebagai melatih para siswa Dik Brevet Taifibmar ini. Aktivitas pelatihan Taifib sempat diklaim nyaris sama dengan pelatihan Pendidikan Komando Kopassus TNI Tingkatan Darat.

Atribut  Yon Taifib

Personel Taifib berhak atas Brevet Intai Amfibi (Brevet Komando Hutan dan Brevet Para Dasar tak dipakai lagi), Brevet Pandu Para, Brevet Free Fall, Mobile Udara, Menembak Akurat (Sniper) yang baru (jika naik kelas di kelas Senapan Pistol), Brevet Selam Tempur, Brevet Renang Selat dan Brevet lain yang berhak dipakai personel Taifib yang diperoleh dari paket Pendidikan Taifib. Korps Marinir.

Baret Prajurit Yon Taifib

Pemakaian baret prajurit Intai Amfibi Korps Marinir TNI AL tetap berwana ungu, yang membedakan prajurit Marinir biasa dengan Taifib hanya di baret orajurit Intai Amfibi telah tersedia Brevet “Tri Media” di samping Pataka Korps Marinir.

Seragam Prajurit Yon Taifib

Dulu ketika sedang bernama KKO AL (Korps Komando Tingkatan Laut) setidaknya Taifib benar 3 jenis PDL (Pakaian Dinas Latihan) sbb :

1. PDL ”Khas” KKO AL

2. PDL “Khas” Marinir

3. PDL “Umum” (Malvinas – TNI).

Latihan Prajurit Yon Taifib

Ajang latihan bidang laut meliputi selam kedalaman, selam tempur, infiltrasi bawah air, demolisi bawah air, sabotase bawah air, selam SAR, renang jarak sedang sampai dengan jarak jauh dan pengintaian hidrografi menggunakan kawasan latihan pantai Pasir Putih, pantai Gatel dan pantai Banongan, adapun sebagai materi menembus gelombang menggunakan kawasan latihan pantai selatan yang tinggi gelombangnya sampai rata-rata sampai dengan sepuluh meter yaitu Pantai Lampon, Pantai Rajeg Wesi dan sekitarnya.

Kemampuan berenang di laut dengan jarak jauh adalah persyaratan siswa Taifib adalah menyeberangi teluk Poncomoyo sejauh ± 12 km/7 mil. Disini para siswa Taifib dihadapkan pada kondisi laut yang benar arus kuat dan gelombang yang tinggi serta jarak yang jauh dengan batas waktu yang ditentukan.

Kaki dan Tangan Terikat

Sebagai calon pasukan khusus TNI AL diperlukan kemampuan perorangan di atas rata-rata prajurit lainya, seperti yang dilaksanakan Siswa Pendidikan Intai Amfibi (Diktaifib) Marinir Angkatan XLVII Ta 2020 Komando Pendidikan Marinir (Kodikmar) Komando Pembinaan Doktrin pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut (Kodiklatal) berenang dalam kondisi tangan dan kaki terikat. Renang kondisi tangan dan kaki terikat ini merupakan bagian dari Lattek Kelautan yang dilaksanakan di Puslatpur Marinir, Pantai Tanjung Jangkar Banongan Situbono, Senin, (1/2/2021) lalu.

Adapun Lattek kelautan ini diikuti 39 prajurit Siswa Diktaifib yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Sekolah Khusus Marinir (Sesusmar) di bawah Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) Kodikmar Kodiklatal. Latihan yang belangsung selama 20 hari tersebut dipimpin Komandan Sesusmar Pusdikif Letkol Mar Mintarjo sekaligus sebagai Perwira Pelaksana Latihan (Palaklat) lattek Siswa Diktaifib Marinir Angkatan XLVII Ta 2020.

Pelaksanaan Lattek kelautan ini terdiri beberapa materi diantaranya berenang dalam kondisi tangan dan kaki terikat, materi lainya adalah renang jarak jauh dari pantai Tanjung jangkar hingga pantai Gatel Banongan, renang rintis, penyeledikan pantai, Raid Amphibi, Long Range Navigation, Cast and Recoveri dan Search and Rescue.

Latihan lokasi di laut selain Lattek kelautan di perairan Tanjung Jangkar Situbondo, siswa Diktaifib ini juga melaksanakan latihan laut ditempat lain yakni di perairan Lampon Banyuwangi, dengan materi renang menembus gelombang, mendayung menembus gelombang, pengintaian khusus dan latihan berganda lainya dalam tahap Intai Amphibi.**(zubairi indro)

▪︎TAG:
kodiklatal.tnial.mil.id
dan bangkodikal.mil.id

Related Articles

Back to top button