Berita

Terminal Wisata Tumpang Terkesan Kumuh

MALANG-POSMONEWS.COM,-
Pembangunan Terminal Wisata Tumpang, Kabupayen Malang, terkesan kumuh. Disamping itu, belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan studi kelayakan sebagai mana telah dimuat posmonews.com.

Kepala Dinas Perhubungan Talang Agung, Kepanjen Malang, Drs. Hafi Lutfi, MSi. mengatakan bahwa pembangunan musala dan toilet masih swadaya masyarakat.

“Hasil uang dari kotak itu, diperuntukkan petugas kebersihan, bayar air dan listrik,” katanya, Rabu (23/6/21) saat ditemui di lobby Dinas Perhubungan Talang Agung, Kepanjen Malang.

Saat dikonfirmasi adanya isu rekrutmen pegawai harus membayar, Hafi Lutfi, mengelak.

“Memang betul kita membutuhkan pegawai yang bisa mengoperasikan komputer/ITE, tapi jika membayar ya tidaklah. Masak mau kerja harus membayar,” sangkalnya.

Lutfi menilai, Pasar Tumpang kerap menjadi titik penjemputan wisatawan. Terutama pengguna jasa mobil Jip yang hendak menuju TNBTS.

“Diharapkan Terminal Wisata Tumpang ini mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar,” ujarnya.

Menurut informasi,
memang pembangunan toilet atau MCK, musala dan kantor pesanan tiket wisata di depan tulisan PASAR itu tidak berizin.

“Jika itu swadaya masyarakat, mana saya orang sini asli mas dan rumah saya di depan. Lukman Faliq sendiri yang ngerjakan, dia juga Ketua Paguyuban Pedagang Terminal Wisata Tumpang,” ujar sumber yang keberatan disebutkan namanya.

Pembangunan Terminal Tumpang berada persis di pintu masuk Pasar Tumpang, sehingga fasilitas lainnya juga harus diperhatikan betul.

Menurut Pablic Relation, Drs. Supriyono, MSI. mengatakan kalo tak berizin seharusnya dibongkar saja.

“Itu masak tanah negara dikomersilkan apa boleh? Biar pun untuk bayar listrik, air dan kebersihan. Apalagi di depan, sehingga pandangan pasar yang tadinya bagus jadi gak bagus gara-gara tiga bangunan itu,” keluhnya.

Sementara Ketua Paguyuban Pedagang Terminal Tumpang, Lukman Faliq mengatakan, Terminal Wisata Tumpang ini juga disupport dana swadaya pedagang.

“Pedagang iuran swadaya. Tiap pedagang Rp. 2,2 juta. Dikumpulkan dari 53 pedagang terdata paguyuban,” ujarnya.

Lukman Faliq menyebut, iuran pedagang sudah dirupakan material. Yaitu, bahan tembok pembatas dan lantai dasar.
Lukman mengapresiasi izin swadaya pembangunan Terminal Wisata Tumpang, yang dibantu APBD 2020.(agus/jono/ade)

Related Articles

Back to top button