Tetap Digelar, Malam “Selawe” di Makam Sunan Giri

GRESIK-POSMONEWS.COM,-
Malam 25 (selawe) Ramadan, malam ini, Kamis (6/5/2021) dinyakini umat muslim sebagai salah satu malam penuh berkah, karena di malam ganjil sepuluh terakhir bulan suci Ramadan itu digunakan warga untuk bermunajat kepada sang Khaliq dengan berharap mendapatkan keistimewaan Ramadan. Dan di Malam ganjil juga diyakini datangnya Lailatul Qadar atau Malam 1.000 bulan.
Malam Selawe di Makam Sunan Giri yang berada di Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Gresik ini menjadi salah satu jujugan masyarakat untuk bermunajat. Mereka tidak hanya berasal dari Gresik. Bahkan, umat muslim berbagai penjuru di Indonesia.
Saking banyaknya orang yang hendak ke makam salah satu Wali Sanga itu, kawasan sepanjang jalan Sunan Giri hingga menuju makam Syeh Maulana Ainul Yaqin sesak manusia. Berkah bagi masyarakat setempat. Jualan mereka laris manis.
Pemandangan itu, sudah bertahun-tahun. Berlangsung ratusan tahun. Sebuah potensi wisata. Pemuda desa membuat Festival Malam Selawe di halaman parkir Wisata Religi Sunan Giri itu. Di Festival ini, selain kerajinan khas Giri. Juga, makanan khas Giri Ketupat Keteg.
Namun di masa pandemi seperti saat ini, tradisi Malam Selawe jelas berbeda. Wabah Covid-19 yang belum ada tanda-tanda berakhir, bahkan kini pemerintah mewaspadai Virus Corona varuan baru inimembuat ketar ketir warga.
Apalagi Gresik sempat masuk zona merah dan kembali membaik ke zona oranye bahkan sempat zona kuning. Satu langkah lagi masuk zona hijau (aman). Sepekan belakangan ini, tren kasus naik lagi, Gresik zona oranye lagi.
Malam Selawe akhirnya tetap digelar. Menurut Asisten bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Gresik Ida Lailatussa’diyah mengatakan, hasil kajian musyawarah pimpinan kecamatan Kebomas , tradisi Malam Selawe tetap dilaksanakan.
“Tentu saja, menggunakan protokol kesehatan ketat,”tegas Ida Lailatussa’diyah. Malam Selawe dengan protokol ketat itu, tambahnya, hasil arahan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani untuk tetap menggerakkan perekonomian.
“Jadi hanya masyarakat sekitar selama ini berjualan boleh membuka lapaknya,”imbuh mantan Sekretaris di DPM PTSP Gresik ini. Hasil resume rapat muspika diperoleh posmonews.com menyebutkan, makam Sunan Giri tetap dibuka untuk bermunajat masyarakat di malam Selawe Ramadan. Akan tetapi, peziarah hanya warga Gresik.
“Setiap peziarah wajib membawa hasil lab antigen,” bunyi hasil resume diteken Camat Kebomas Miftachul Huda itu.
Petugas akan ditempatkan disejumlah sudut jalan yang menuju ke makam Sunan Giri dari Desa Klangonan, diantaranya. “Bila pengunjung makam membludak, waktu kunjungan akan dibatasi,” kata Huda.
Selain mendeteksi pengunjung makam Sunan Giri, petugas mendirikan posko kesehatan. Bagaimana antisipasi pengunjung luar Gresik? Petugas gabungan TNI, Polri, Pol PP, Dishub dan Dinkes akan melakukan penyekatan pada dua titik yakni : (1). Jalan Sunan Prapen (Pertigaan Sekarkurung) dan ( 2). Jalan Sunan Giri (Pertigaan Tlogo Pegat)
Sekretaris Kecamatan Kebomas Zainul Arifin mengatakan, Malam Selawe tetap dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat.
“Penerapan prokes akan diperketat. Pengunjung Sunan Giri wajib bawa hasil tes antigen,” tegasnya.
*DANAR SP*


