Berita Utama

Perlintasan KA Angker Dijebol Warga

LAMONGAN-POSMONEWS.COM,-
Perlintasan kereta api di Jalan Pahlawan Kabupaten Lamongan yang baru sehari ditutup oleh PT.KAI Daop 8 Surabaya, Selasa siang (27/4/2021), malam harinya sudah dibongkar warga yang geram karena akses jalan alternatif itu ditutup sehingga dianggap menyusahkan warga pengguna jalan khususnya pemotor.

Data posmonews.com dari warga sekitar mengatakan, ada puluhan warga yang dengan sukarela bak bergotong royong menjebol patok di kanan kiri perlintasan KA di Jalan Pahlawan itu agar bisa dilewati oleh pengguna jalan khususnya motor dan sepefa angin. Tetapi mereka tidak mengotak atik palang pintu yang bisa dilewati mobil.

Patok beton itupun dicabut, dan di bagian pinggir rel kereta, juga tampak batu batu hitamnya disisihkan sebagian sehingga praktis para pemotor harus berjalan super pelan karena sempitnya jalur yang bisa dilewati.

Menurut Giyanto, petugas pengatur jalan di perlintasan KA itu membenarkan jika warga memprotes dengan menjebol patok agar bisa dilewati sepeda motor.

” Betul mas, memang warga yang menjebol patok perlintasan. Karena ini merupakan jalan alternatif karena kalau lewat ke timur memutar terminal untuk masuk ke Jl. Sunan Giri juga susah karena perlintasan kereta di barat terminal itu rusak, miring dan banyak pengguna jalan yang terjatuh. Apalagi kalau hujan, sangat berbahaya” katanya.

Masih menurut Giyanto, warga mengharap jalan alternatif ini tetap bisa dilalui untuk pemotor, tapi tidak untuk mobil atau kedaraan besar lainnya.

“Karena itu PT. KAI harus melihat manfaatnya, kalau masalah keamanan kan sudah ada yang jaga ” kata Giyanto menirukan permintaan para pengguna jalan.

Dari pantauan posmonews.com, dari segi keamanan bisa jadi pertimbangan PT.KAI menutup akses jalan itu. Konon, beberapa tahun lalu di lokasi ini banyak kasus laka di perlintasan kereta api ini. Karena itulah lokasi ini dianggap angker atau wingit.

Deteksi posmonews.com dengan spiritualis Ki Wiros Bardan mendeteksi adanya energi negatif yang bisa membuat orang jadi bingung, linglung dan lupa ia melintas pada jalur kereta.

” Dulu, ada rombongan otang berziarah yang naas, juga rombongan wisata dari salah sekolah yang tertabrak di sini. Human erornya atau si sopir terpapar energi negatif itu sehingga nekat menerobos rel kereta, dan terjadilah laka maut itu,” terangnya.

Kini di lokasi ini menurut Ki Wiros sudah sedikit terang, dan deteksinya dimensi gaib hitam bergeser ke arah barat. Apalagi dari segi fisik, perlintasan ini sudah ada sukarelawan ya menjaga yakni petugas penyebrangan di palang pintu kereta.

“Mudah-mudahan sudah tidak ada lagi laka kereta. Saya mencoba untuk memagar dengan doa dan penyaluran energi positif untuk menetralisir gangguan gaib itu sehingga warga pengguna jalan bisa aman, lancar dan selamat” tegasnya.
*DANAR SP*

Related Articles

Back to top button