Berita Utama

LENGSER KEPRABON MADEG PANDHITA

* Inspirasi Bupati Lamongan  Fadeli

Ada yang istimewa saat audensi dan silaturahmi Bupati Lamongan H. Fadeli, SH, MM bersama para wartawan dalam rangka HPN (Hari Pers Nasional) di Guest House, Pemkab, (5/2/2021). Pejabat nomor satu di kota Soto ini selain berterima kasih atas sinergi insan pers juga secara simbolis berpamitan karena masa bhaktinya akan berakhir kurang lebih dua pekan di bulan Februari 2021 ini.

Wartawan posmonews. com yang hadir pun melihat moment ini sangat pantas, di saat peringatan Hari Pers ini, Bupati H. Fadeli mengapresiasi kemitraan antara insan pers dan Pemkab tetap berjalan dengan baik. Bersama para insan media Ia pun memaparkan kisah inspiratifnya menata Lamongan.

“Sepuluh tahun saya sebagai Bupati Lamongan, tidak terasa ya tinggal menghitung hari tugas saya akan berakhir. Saya ucapkan terima kasih atas kerjasamanya yang sangat baik ini, juga mohon maaf jika ada kesalahan saya pada teman-teman pers di Lamongan.

Di akhir tugas ini mohon ya tetap diliput tugas-tugas saya termasuk penanganan pandemi Covid 19 di Kabupaten Lamongan yang kini dalam progres yang baik. Dengan penanganan serius dari semua unsur terjadi penurunan, hingga kita sudah di zona orange, dan harapannya bisa kuning bahkan hijau,” katanya.

Selanjutnya dengan gaya santai bahkan diselingi dengan guyonan Bupati Fadeli pun banyak bercerita bagaimana ia berkarier di pemerintahan itu sudah 45 tahun, yakni sejak tahun 1976.

Kariernya dari pegawai biasa, staff, kabag dan asisten itu terus meningkat sehingga menjabat sebagai Sekda di era Bupati H. Masfuk (2000-2010). Dan ibarat The Rising Star, pada tahun 2010 ia bisa merengkuh jabatan bupati.

Dua periode H. Fadeli memimpin Lamongan, yakni periode 2010-2015 bersama wabup Amar Syaifudin dan periode 2015-2021, ia bersama wabup Hj. Kartika Hidayati ini merasakan jalinan kerjasama yang baik dengan para insan pers Lamongan.

“Terima kasih untuk semua rekan wartawan yang selama ini mendukung pemerintahan Lamongan,” ucapnya

Lalu Fadeli pun memapar bagaimana saat pertama ia menjabat dan bekerja keras dengan jajarannya bisa memajukan Lamongan dari segala bidang.

Pertanian dibuktikan dengan produksi jagung, padi dan ikan. Lamongan disebut sebagai salah satu lumbung pangan Jatim dan Nasional. SDA Lamongan juga melimpah tinggal pengelolaanya. Sedangkan bidang pendidikan, pertumbuhan ekonomi cukup baik.

Dukungan di bidang pemerintahan juga mantap, BPK Lamongan WTP sudah 4 tahun berturut-turut. Akuntabilitaspun Nilainya A. Sedangkan perihal penanganan korupsi yang banyak disoroti lawan politiknya, ternyata Lamongan justru di Tahun Pertama dan Kedua menduduki peringkat Terbaik Pertama Nasional. Sedangkan tahun 2021 mendapat peringkat ketiga. Sehingga Lamongan dijadikan tole model Jatim dalam upaya pencegahan korupsi. Ini disebutnya sebagai pondasi yang kuat untuk generasi pemimpin penggantinya.

Hal yang cukup menarik yang dicatat wartawan posmonews. com adalah kegiatan H. Fadeli pasca ia lengser dari jabatannya. Ia meyakinkan, tidak seperti bupati sebelumnya, bahwa ia akan tinggal di Lamongan. Dan secara tersirat ia tetap akan respek dan peduli dengan pembangunan di Lamongan.

Penjelasan H. Fadeli itu sebenarnya memiliki esensi yang kuat sesuai filosofi pemimpin, saat ia turun tahta. Spiritualitasnya, Lengser Keprabon Madeg Pandhita. Maknanya secara singkat dan sederhana Lengser keprabon artinya turun tahta dan madeg pandhita itu artinya jadi penasehat suatu kerajaan.

Konsepsi tradisi timur (Jawa) , bahwa seorang Ratu (Raja) setelah masa grahasta (turun tahta, selesai berkuasa/berpolitik) ada step selanjutnya menjadi Wanaprasta (bertapa) atau melepaskan ikatan dengan duniawi, setelah dapat lepas dari hal tersebut baru kemudian masuk ke tahapan Sanyasin atau pendeta, di sini tugasnya pendeta hanya melayani masyarakat dengan nasihat-nasihatnya.

Pandhita adalah struktur kekuasaan tertentu yakni dunia moral, spiritual dan religi. Sebagai sebuah sistem tersendiri yang otonom. Raja atau penguasa tak bisa campur tangan pada pandhita yang merdeka.

Pandhita menempuh hidup asketik sebagai tokoh dengan kesadaran bahwa mandito adalah pilihan terbaik. Dan bahwa dengan mandito ia bisa memberikan sumbangan lebih besar bagi masyarakat, bangsa, dan negaranya.

Simpulnya pada saat nanti H. Fadeli lengser dan menyerahkan ”kekuasaan” kepada penggantinya Pak YES ( Yuhrohnur Efendi) yang menjadi Bupati Terpilih di Pilkada 2020.

Hal ini bisa diartikan ia begitu menyadari bahwa pada saatnya harus Lengser Keprabon dan Madeg Pandhito. Dalam arti sebenarnya bahwa ia akan siap mengakhiri jabatannya sebagai bupati dengan baik, penuh keteladanan, husnul khotimah dan tetap diharapkan nasehatnya, sebagai bagian kesinambungan untuk mencapai kejayaan Lamongan.
**DANAR S PANGERAN**

Related Articles

Back to top button