Berita

Kisah Ipda Pol Purnomo Sang Polisi “Belajar Baik”

▪︎Jadi Ispirasi di Hari Bhayangkara ke 79

▪︎LAMONGAN – POSMONEWS.COM,-
Banyak kisah inspiratif yang menunjukan refleksi pengabdian, memperkuat profesionalisme, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik dari Polri. Salah satunya dari kota Lamongan, Jawa Timur ini bisa jadi bagian kebanggaan Polri di Hari Bhayangkara tahun 2025 ini.

Selasa (2/7/2025) pagi nan cerah itu puluhan Jurnalis dari Pokja  yang biasanya ngepos di Pemkab dan Polres Lamongan telah tiba di Joglo Ngarep Yayasan Berkas Bersinar Abadi di kawasan Nguwok, Babat yang asri dan klasik.

Di sampingnya berdiri bangunan besar layaknya pendopo yang luas, besar dan cukup bersih,  juga bernuansa kuno itu siapa sangka berisi ratusan pasien ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa).

Yayasan yang dikelola layaknya rumah klinik rehabilitasi modern, pondok penyembuhan atau disebut juga yayasan sosial dan pondok pesantren rehabilitasi mental, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) ini adalah milik Ipda Purnomo, yang dikenal juga sebagai “Purnomo Belajar Baik”, anggota polisi di Polres Lamongan, Jawa Timur.

Pak Purnomo, terkenal karena kegiatan sosialnya yang aktif, terutama dalam membantu Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan keluarga kurang mampu, yang sering ia bagikan melalui media sosialnya, seperti platform seperti X (@Purnomodttrad52), Instagram (@purnomopolisibaik), TikTok (@purnomobelajarbaik_), dan YouTube dengan nama “Purnomo Belajar Baik”.

Dengan kegiatan sosialnya yang padat, seperti peduli  serta membantu ODGJ, para keluarga kurang mampu, memberi modal usaha, lansia terlantar, dan kegiatan lainnya. Meski demikian Purnomo tetap dikenal dengan brandednya spesifik menangani ODGJ.

Sedangkan media sosial, yang dibuatnya itu hal yang mengikuti. Pendapatan, keuangan dari platform media sosialnya itu sangat berguna, sebagai salah satu penyokong untuk menghidupi yayasannya.

Di teras joglo itu Pak Pur dengan santai, familier, ngobrol, ngopi bareng, bercerita pengalaman dan sharing dengan rekan media. Terhadap kegiatan sosialnya yang kini semakin membumi di seantero negeri bahkan luar negeri. Semuanya dilakukan sebagai bagian dari tugas, pengabdian untuk masyarakat, dengan tetap memandang sisi humanisme.

“Saat ini kami merawat 286 orang pasien, laki-laki dan  perempun. Pasien yang sudah kami sembuhkan sekitar 7000 an orang. Biayanya ya kami dapat dari hasil akun medsos itu. Juga dari para donatur yang tak ingin disebutkan namanya. Selain itu dari keluarga pasien yang mengeluarkan biaya untuk perawatan.  Sedangkan dari 286 pasien itu 115 yang kami gratiskan,” katanya.

Masih tutur, Pak Pur, mengenai pasien yang membayar itu menurutnya biar ada hak mereka untuk bertanya tentang progres pasien, lebih baik dan akhirnya sembuh.

“Biar keluarga pasien tidak takut bertanya, sejauhmana perkembangan pasien, sampai mencapai kesembuhan  bahkan bertanya kapan pasien itu pulang!,” lanjutnya.

Testimoninya, kemudian posmonews.com dan rekan media dipersilahkan ke rumah Joglo Besar (utama) untuk melihat secara langsung ratusan ODGJ yang dirawat dengan baik. Para pasien ini terlihat sangat patuh ketika Pak Purnomo memberi perintah dan aba-aba. Saat ditanya, juga dijawab dengan layaknya komunikasi orang waras. Termasuk cara mereka diminta antre untuk mendapat hadiah roti.

Para pasien itu terlihat riang gembira dan bisa menyapa kehadiran kami, rekan wartawan bahkan dengan cepat berkumpul dalam satu kelompok, layaknya jamaah di masjid. Mereka cepat beradaptasi ketika ada perintah dari Pak Purnomo. Satu pemandangan yang cukup untuk bukti, progres penyembuhan pasien ODGJ ini sangat baik. (bersambung).▪︎[DANAR SP]

Related Articles

Back to top button