Warning Tata Kelola Air

* Pandulum Religi dan Spiritual Nusantara 2021 (6)
Di edisi lalu tokoh Pasundan, Abah Dewa Gede (Abah Dede) K. P. Drs. H. D. S. Suryabinangun, MBA, dari Majelis Agung Karahayuan Pangawitan/ Panggaluh memaparkan prediksinya. Namun beliau memberi penjabaran lebih lanjut sehingga posmonews. com kembali memuat pandulumnya.
Berikut paparan tokoh yang bernaung di Organisasi Masyarakat Adat Nasional, Majelis Adat Sunda Jabar, Paguyuban Spiritual Tatar Pasundan dan Dewan Kebudayaan Ciamis, Pancen Kalender Sunda di Bandung ini memberi pandangan batinnya.
“Sebenarnya yang Abah kemukakan mengacu pada adat peredaran perjalanan waktu di dalam KALENDER SUNDA CAKA _candrakala_ di mana Tahun Masehi 2021 yang berada dalam Tahun Embe/ Kambing 1957.
Jadi prediksinya sedikit memperhatikan perjalanan peredaran waktu yang lainnya seperti KECENDERUNGAN 2021 dalam suasana banyak air sehingga perlu membenahi TATA AIR yang akhir-akhir ini kurang terurus pada tingkat petani-petani di pedesaan spt petugas ULUULU sebagai ujung tombak pengairan di desa-desa yang sudah tidak ada lagi,” jelasnya.
Masih menurut Abah Dede, yang menyoal nasib among tani, yang akan berlanjut dengan kecenderungan masih sulitnya pupuk dan tidak seimbangnya biaya pengolahan dan harga jual bisa jadi merupakan kendala bagi PETANI untuk bertahan sebagai petani _(warna 2021 di kalangan petani jadinya musti memperoleh perhatian pula)_
Sedangkan pandulum dominasi air itu seperti, kemungkinan ombak tinggi, banjir bandang, banjir kiriman bisa pula jadi warna 2021…. sehingga merupakan saat yang tepat menata ALIRAN AIR _(seperti aliran utara-selatan untuk DKI)_ Tetapi kesemua itu perlu dikaji dalam kaitan dengan hubungan manusia dengan alam.
“Gusti Allah SWT telah menganugrahkan kepada PENDUDUK INDONESIA alam Indonesia yang suburmakmur yang perlu dijaga sebaik-baiknya demi rakyatnya.
Maka ketemulah keterkaitannya dengan pesan 2021 dari waktu/peredaran adat tahun 1957 hakikat tahun kehidupan & ujian yang juga berarti, kita harus WASPADA TERHADAP ALAM INDONESIA YANG BANYAK DIMINATI DEMI MEREKA,” tegasnya.
Pandulum Abah Dede Suryabinangun yang menyebut air yang bisa menjadi dua mata pisau, memakmurkan dan membahayakan itu sungguh pandangan yang wasis dan waskitha.
Dari data yang didapat posmonews. com, dari
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) menyatakan 85 persen zona musim (ZOM) di wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan. Hal tersebut berdasarkan hasil pemantauan hingga menjelang akhir Desember 2020. Lalu memasuki awal 2021 diwarnai latar belakang fenomena iklim global La Nina, yang terjadi sejak awal Oktober 2020 lalu, dan akan berlangsung hingga Mei 2021.
Akibatnya potensi banjir meningkat. Secara umum, curah hujan pada Januari–Maret 2021 diprakirakan berkisar antara 200 – 500mm/bulan. Jumlah itu cenderung lebih tinggi dibandingkan tahun 2020.
Warta lain yang nggegirisi adalah akan terjadi gempa dasyat dan Tsunami yang mengancam Selatan Jawa juga mengemuka. Syahdan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Institut Teknologi Bandung mengungkap potensi gempa yang dapat membangkitkan tsunami di kawasan Selatan Jawa. Berada di dua lokasi yakni di kawasan selatan Banten – Jawa Barat dan selatan Jawa Tengah – Jawa Timur.
Semua itu bukti bahwa tahun 2021 sebagai tahun waspada tata air. Warning dengan air yang bisa menghidupi namun juga mematikan. (bersambung)
*DANAR SP*

