Berita

Apel HSN YPM Kompleks Panjunan – Sukodono

▪︎Santri YPM Harus Giat Belajar dan Kuat Tirakat

▪︎SIDOARJO — POSMONEWS.com,-
Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025, YPM Kompleks Panjunan menyelenggarakan kegiatan apel bersama yang berlangsung di Lapangan Kecipik. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar dua ribu peserta yang terdiri atas siswa-siswi SMP YPM 2, SMA YPM 2, dan SMK YPM 5 Panjunan, beserta para guru dan staf yang turut mendampingi jalannya acara.

Apel Hari Santri tahun ini mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”, dengan tujuan menumbuhkan semangat nasionalisme serta meneladani perjuangan para ulama dan santri terdahulu.

Bertindak sebagai pembina apel adalah H. Aslam Khitami, S.Pd., pengawas Yayasan Pendidikan dan Sosial Ma’arif (YPM). Dalam amanatnya, Gus Aslam mengulas perjalanan hidup KH. Munir Hasyim Latief—mulai dari masa beliau nyantri hingga kiprahnya dalam dunia pendidikan dan dakwah.

“KH Hasyim Latief adalah santri KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdaltul Ulama (NU). Beliau menjadi santri sejak usia belia. Bahkan ketika Belanda mau menduduki Surabaya, KH Hasyim Latief mendapat tugas khusus untuk bergabung dengan pasukan Hizbullah, bahkan menjadin komandannya,” jelas Gus Aslam.

Beliau juga menekankan pentingnya bagi santri YPM untuk membaca dan memahami Al-Qur’an. Karena salah satu amalan tirakat pendiri YPM KHJ Munir Hasyim latief adalah membaca Alquran.

“KH Hasyim Latief itu suka membaca Alquran. Kalau ada masalah, salah satu tirakatannya adalah mengkhatamkan Alquran. Kita sebagai santri harus meniru apa yang dilakukan beliau,” jelasnya.

Ditambahkan Gus Aslam, salah satu ciri khas Pendidikan di YPM adalah adanya KPI (Kecakapan Penerapan Ibadah). Jadi, santri YPM harus memahami dan menuntaskan KPI karena hal tersebut akan menjadi bekal hidup yang berharga.

“Santri harus selalu bertakwa kepada Allah SWT, melaksanakan segala perintah-Nya, dan menjauhi segala larangan-Nya. Jadilah pribadi yang bermanfaat bagi sesama, kapan pun dan di mana pun,” pesan Gus Aslam.

Amanat tersebut memberikan motivasi dan semangat tersendiri bagi seluruh peserta apel.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak khidmat dan antusias mengikuti setiap rangkaian acara. Seperti upacara pada umumnya, apel diawali dengan penghormatan bendera dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Yang membedakan, pada akhir upacara, para peserta bersama-sama menyanyikan Lagu Hari Santri, dilanjutkan dengan penampilan gabungan Pencak Silat Pagar Nusa dari perwakilan tiga sekolah.

Para pesilat tampil gagah membawa tiga bendera—Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU)—, dan Yayasan Pendidikan Ma’arif (YPM), yang dikibarkan secara serentak sebagai simbol persatuan, semangat, dan kebanggaan santri.

Melalui kegiatan apel ini, diharapkan seluruh siswa-siswi YPM Kompleks Panjunan senantiasa menumbuhkan semangat santri dalam menjaga nilai-nilai keislaman, nasionalisme, dan cinta tanah air. Santri masa kini diharapkan mampu berperan aktif dalam mengawal Indonesia yang merdeka menuju peradaban dunia yang berkeadaban dan berilmu.

Sebelum puncak peringatan HSN, di SMA YPM 2 Sukodono (Smaydas), berbagai kegiatan sudah dilakukan. Di antaranya adalah khataman Alquran, berbagai lomba, dan praktik memakai sarung anti melorot bagi siswa putra dan putri. ▪︎(jursmaydas)

Related Articles

Back to top button