Peserta Ngacir Tinggalkan Pendopo Saat Daring

200 dibaca

Hari Koperasi ke 73 dan hari UMKM ke 5 tingkat Kabupaten Malang, pagi tadi ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Malang Drs HM Sanusi MM di Pendopo Kabupaten Malang di Kepanjen.

Koperasi Kabupaten Malang berjumlah 1322 terdiri dari Koperasi Primer, Koperasi Skunder Jasa dan lainnya itu baru 443 yang sudah melaksanakan RAT.”Dengan adanya koperasi itu, berarti masyarakat terbantu akan adanya koperasi karena anggota juga mencapai ribuan jumlah yang besar, disamping itu dinas sebagai pembina lebih selektif dan proposional terhadap Koperasi khususnya yang baru berdiri dan yang sudah ada,” kata Sanusi.

Lebih lanjut HM. Sanusi menegaskan, menagement yang baik diharapkan sebagai rasa tanggung jawab bersama antara pengurus dan anggota koperasi. “Dimasa pandemi Covid-19 koperasi tetap eksis dan dapat menjaga kesejahteraan anggota koperasi terbukti tangguh dalam segala kondisi,” tegas Sanusi.

Setelah penandatanganan prasasti dan pemberian piagam penghargaan acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng setelah itu baru pemukulan gong tanda acara daring dengan STAN (Sekolah Tinggi Administrasi Negara).

Namun, peserta semula hadir sebagaimana absen 126 orang tetapi pada “ngacir” semua tinggal belasan saja yang mengikuti daring di Pendopo Kepanjen. Acara daring selesai selang beberapa saat setelah kumandang adzan dzuhur.

Semua peserta yang hadir di acara mendapatkan bingkisan dalam tas kerta bergambar Bupati Malang Drs. HM Sanusi MM, bertuliskan Peringatan HUT RI ke 75 dan hari Koperasi Kabupaten Malang ke 73.

Di dalam tas berisikan; satu cup bumbu pecel merek Trisna KBA, kripik pisang, opak gambir, kripek tempe dan minuman alami Jaselang juga masker berlogo Koperasi.

Setelah acara selesai dan ditanya kenapa kok yang ikut daring di pendopo sedikit? Kepala Dinas Koperasi, Dra. Pantjaningsih Sri Rejeki, yang di dampingi Kabid Kelembagaan, Nanang Winarno SH. MM. juga ketua panitia jawabannya singkat.”Yang di rumah banyak kok pak yang ngikut daring kita dengan STAN karena geratis,” pangkasnya singkat. (Ahmad/Pri/Agus)