Menjadi Cikal Bakal Ulama Besar

227 dibaca

Bangil dikenal memiliki banyak ulama berpengaruh. Salah satunya yakni Mbah Ratu Ayu. Setiap kali haul, selalu dibanjiri peziarah dari berbagai kota. Mbah Ratu Ayu termasuk sosok yang sangat berjasa bagi pengembangan Islam di Kabupaten Pasuruan. Beliau merupakan cikal bakal bagi ulama-ulama besar di daerah Pasuruan.

 SYARIFAH Khodijah dikenal dengan Mbah Ratu Ibu juga disebut Mbah Ratu Ayu yang memiliki nama asli Syarifah Khodijah putri dari Maulana Sultan Hasanuddin bin Maulana Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati), Kompleks makam Mbah Ratu Ayu berada di kawasan rest area Swadesi Kersikan, Bangil-Pasuruan. Sebelum sampai di kompleks makam, akan dijumpai warung-warung kuliner yang menyediakan beraneka-macam masakan khas Jawa Timur. Tidak terkecuali menu khas Bangil yaitu sate gule. Di depan warung tersedia area parkir yang cukup luas. Puluhan bus pariwisata bisa dengan leluasa parkir di tempat ini.

Diceritakan oleh Kholik selaku juru kunci makam, dimakamkannya Mbah Ratu Ayu di Bangil ini bermula ketika suatu saat cucu Sunan Gunung Jati ini, mendadak dirundung rasa kangen yang begitu dalam kepada kedua putranya yang tengah belajar agama di pondok pesantren milik Mbah Soleh Semendi di daerah Winongan, yang tak lain adalah masih familinya atau adiknya.

Akhirnya berangkatlah beliau mengunjungi kedua putranya, Sayid Arifuddin (Arif Segoropuro) dan Sayid Sulaiman Mojoagung yang belajar di pesantren di Winongan. Namun sepulang menjenguk kedua putranya tersebut, Mbah Ratu Ayu mendadak sakit saat di daerah Bangil dan akhirnya meninggal. Setelah meninggal Syarifah Khadijah dimakamkan di pemakaman di daerah yang sekarang disebut dengan Wetan Alun karena memang letaknya di Wetan (Bahasa Jawa yang artinya Timur) dari alun-alun Bangil.

Sebelumnya kompleks ini tak ada bedanya dengan kompleks-kompleks makam yang lain, hanya kompleks makam biasa, suatu saat ada seorang habib dari daerah Lawang Malang bernama Habib Ba’bud mengunjungi komplek ini dan menemukan sebuah makam yaitu makam Syarifah Khadijah, Habib Ba’bud mempercayai kalau makam ini bukan makam dari orang biasa atau lebih tepatnya seorang wali menurutnya, maka kemudian dibangun sebuah kijing (bangunan makam) dan dalam perkembangannya dibangunkan sebuah gedung untuk menandai komplek tersebut, dalam komplek ini terdapat beberapa makam diantaranya makam Syarifah Khadijah (Mbah Ratu Ayu/Ratu Ibu), Abdullah Bin Abdurrahman, dan pembantunya, serta makam KH.Qosyim Muzammil, juga terdapat satu makam lagi yang terpisah dari bangunan ini, terletak di sebelah timurnya yaitu makam Habib Qosim Basyaiban.

Makam Habib Qosim Basyaiban ini terletak dalam gedung sendiri dengan gaya kuno, terlihat dari bangunan gedung dan kijing yang jelas sekali kalau makam ini sudah sangat tua, memang belum diketahui persis kapan bangunan ini dibangun, tapi menurut H.Nur salah satu warga yang memiliki stan yang menjual busana muslim dan souvenir khas Bangil persis di depan makam Mbah Ratu Ibu, makam ini juga sudah berumur ratusan tahun.

Kompleks ini banyak dikunjungi peziarah dari berbagai daerah dan berbagai kalangan, apalagi ketika digelar acara Haul peringatan wafatnya Mbah Ratu Ibu, ratusan peziarah dari seluruh pulau Jawa dan dari berbagai daerah di seluruh nusantara berkumpul disini untuk memperingati Haulnya. Haul Syarifah Khodijah diadakan tiap tahun pada Bulan Rojab pada hari Ahad mingggu ke II atau ke III.

Keberadaan Mbah Ratu Ibu tersebut juga dikenal sebagai sosok waliullah perempuan yang cukup terkenal dengan karomahnya. Bahkan salah seorang warga yang kerap berziarah dimakam ini mengakui jika karomah yang didapat setelah berdoa cukup besar. Dagangannya makin hari makin laris, rezekinya mengalir deras. Juga pernah ada kisah, anak 12 tahun yang bisu sejak lahir, saat hadir dalam haul Mbah Ratu Ayu ini tiba-tiba saja mendapat mukjizat yang luar biasa, yakni bisa bicara secara tiba-tiba.

 

Silsilah Syarifah Khodijah

  1. Nabi Muhammad Rasulullah SAW
  2. Sayyidatina Fatimah As Zahroh, RA
  3. Sayyidina Husein bin Ali
  4. Sayyidina Ali Zainal Abidin
  5. Sayyidina Muhammad Baqir
  6. Sayyidina Ja’far Shodiq
  7. Sayyidina Ali Al Uraidhi
  8. Sayyidina Muhammad Naqib
  9. Sayyidina Isa
  10. Sayyidina Ahmad Muhajir
  11. Sayyidina Ubaidillah
  12. Sayyidina Alwi
  13. Sayyidina Muhammad
  14. Sayyidina Alwi
  15. Sayyidina Ali Kholi’ Qosam
  16. Sayyidina Muhammad Shahib Mirbath
  17. Sayyidina Alwi
  18. Sayyidina Abdul Malik
  19. Sayyidina Abdulloh Adzmat Khan
  20. Sayyidina Ahmad Syah Jalal
  21. Maulana Jamaluddin Akbar
  22. Maulana Ali Nuruddin
  23. Maulana Amiduddin Abdulloh
  24. Syarif Hidayatulloh,sunan Gunung Jati Cirebon
  25. Maulana Sultan Hasanuddin
  26. Syarifah Khodijah (Ibu Sayyid Sulaiman Basyaiban). Cahya