Bangun Tanggul Kali Lamong, Atasi Banjir

192 dibaca

Curah hujan di sejumlah daerah yang sekarang ini sulit diprediksi. Membuat volume air sungai menjadi meluap dan menyebabkan beberapa daerah banjir, longsor dan dampak lainnya, yang merusak lingkungan di sekitarnya. Terlebih lagi bisa menimbulkan korban jiwa.

Sebab itu, pemimpin daerah dan dinas terkait bergerak cepat untuk “sedia payung sebelum hujan”. Pepatah itulah kiranya pantas disematkan untuk menggambarkan banjir yang disebabkan luapan dari anak sungai Bengawan Solo. Khususnya banjir tahunan disejumlah daerah seperti Mojokerto hingga Gresik. Pasalnya, di Gresik sendiri terdapat 5 kecamatan yang terdampak.
Melalui pertemuan bersama Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak. Jum’at, (3/1), Dr. Ir. H. Sambari Halim Radianto ST, MSi, Bupati Gresik, dan BPWS. Ingin penanganan banjir di Gresik dapat segera teratasi. Lantaran permasalahan banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Gresik masih menjadi perhatian serius pemerintah setempat.
“Sampai sekarang kita masih terus mencarikan solusi agar persoalan banjir. Khususnya di wilayah Gresik dapat diatasi semaksimal mungkin. Sehingga di Gresik tidak ada lagi kekhawatiran warga akan bencana banjir,” ungkap Sambari.
Sementaran itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak yang datang ke Pemkab Gresik menuturkan kedatangannya itu untuk membicarakan secara langsung penanganan banjir di Gresik. Emil mengajak semua komponen, termasuk pemerintah daerah untuk mengawal suksesnya Perpres 80 tersebut.
“Kami bersama wilayah terdampak banjir, utamanya Kabupaten Gresik untuk duduk bersama mencari pendapat titik terang dengan jelas. Termasuk rencana Pembangunan tanggul Kali Lamong yang masuk dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 tentang percepatan Pembangunan di Jawa Timur,” jelas Emil.
Pembangunan tanggul Kali Lamong membutuhklan dana besar dan melibatkan Balai Besar Wilayah Bengawan Solo (BPWS) serta kementerian terkait. Sebab, pembangunan tanggul Kali Lamong membentang dari Gresik hingga Mojokerto. Oleh sebab itu butuh pemetaan yang lebih matang agar anggaran tersebut bisa lebih ditekan dan sesuai dengan rencana.
Untuk itu, dihadapan Bupati Gresik dan OPD terkait, Emil berharap adanya ketersediaan lahan di wilayah Gresik yang paling rendah resikonya terdampak genangan airnya. Terutama wilayah yang tidak padat penduduk, serta tidak ada tanaman pangan seperti sawah. Haris