Beri Pendampingan, Atlet Dikabarkan Tak Perawan

132 dibaca

BEBERAPA hari lalu, tersirat kabar adanya atlet senam yang dipulangkan lantaran sudah tidak perawan. Sontak saja kabar itu langsung ramai tidak hanya di masyarakat umum, di dunia maya pun kabar tersebut menjadi perbincangan. Bagaimana tidak, menjelang SEA Games 2019 Fiipina pesenam asal Kediri, Shalfa Avrila Siani, gagal masuk skuat Merah Putih karena diduga tak perawan. Padahal diketahui Shalfa merupakan pesenam artistik. Dia menghuni pelatnas senam di Gresik, Jawa Timur, hingga November 2019.
Saat didegradasi dari pelatnas pada pertengahan November itu, orang tua Shalfa ditelepon pelatih agar menjemput putrinya. Saat tiba di Gresik, orang tua Shalfa mendengar kabar, putrinya tak lolos ke SEA Games karema diduga tak perawan.
Tudingan yang menyangkut privasi seseorang itu membuat keluarga terpukul. Ayu Kurniawati (42), ibu Shalfa menuturkan bahwa tudingan itu berdampak besar pada psikis anaknya. Usai masalah itu, Shalfa kerap murung dan mengurung diri. Bahkan anaknya tidak sekolah dan ingin pindah dari sekolah sebelumnya.
Ayu menceritakan, awal masalah ini terjadi pada 13 November 2019 yang lalu, seusai Shalfa sebagai atlet pelatnas mendapatkan vaksin persiapan berangkat ikut Sea Games. Saat itu, Ayu menerima telepon dari tim pelatih untuk segera menjemput Shalfa di pemusatan pelatnas Persani yang ada di Gresik.
Pihak pelatih menyampaikan alasan yang menyebabkan Shalfa dianggap tidak layak mengikuti pelatihan lagi. Alasannya, berkenaan indisipliner serta soal keperawanan. Soal keperawanan ini, menurut Ayu, juga disampaikan asisten pelatih yang menemuinya saat penjemputan Shalfa di Gresik.
Beberapa hari seusai penjemputan itu pihak keluarga menyampaikan kesiapan tes keperawanan secara medis kepada pelatih. Setelah menyampaikan kesanggupan tes itu, Ayu mengatakan, Shalfa sempat diperbolehkan kembali berlatih dan bahkan dinyatakan tidak dibebani lagi soal tes itu. Namun, saat sudah kembali berlatih, tiba-tiba pihak pelatih mendadak kembali mempermasalahkan tes dan meminta adanya surat keterangan tes tersebut. Keluarga kemudian membawa pulang Shalfa dan berusaha membuktikannya dengan melakukan tes yang dilakukan di rumah sakit milik Polri di Kediri pada 20 November 2019.
“Alhamdulillah, hasilnya selaput dara masih utuh. Tapi pelatih menolak hasil tes itu dan menginginkan tes dilakukan di rumah sakit di Gresik. Kami tidak mau karena tes keperawanan itu sudah sangat membebani anaknya, mengapa harus diulangi lagi. Apalagi, menurutnya, hasil tes di Kediri sudah jelas hasilnya,” ungkap Ayu.
Menyikapi kabar itu, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur buka suara terkait pemulangan atlet senam untuk SEA Games 2019 Filipina, Shalfa Avrila Siani. Ketua Harian KONI Jatim M. Nabil mengatakan pihaknya telah menerima laporan pelatih Timnas. Laporan itu menyebut pencoretan Shalfa dilakukan karena remaja 17 tahun ini melakukan tindakan indisipliner, bukan soal keperawanan.
“Jadi intinya tidak karena status keperawanan. Ini soal kedisiplinan terutama soal prestasi karena masing-masing cabang olahraga ada standarnya masing-masing,” kata Nabil di Surabaya, Jumat (29/11).
Kabar salah satu anak bangsa yang berbakat dan berprestasi ini pun mendapat respon dari Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. Gubernur Jawa Timur. Tentu sebagai sesama seorang wanita, Khofifah paham betul terkait sensitive, terkait keperawanan.
Oleh sebab itu beliau langsung turun dan menemui Shalfa Avrila Siani, Senin (2/12). Sebagai wujud motifasi dan pendampingan. Agar kedepan Shalfa tidak mengalami trauma yang berkepanjangan.
“Saya berkesempatan menemuinya hari ini. Pemprov Jatim akan memberikan pendampingan psikososial untuk mengatasi trauma akibat kasus yang dialaminya. Saya juga meminta kepada KONI dan PERSANI untuk melakukan evaluasi agar tidak terulang di masa yang akan datang. Pun kepada pelatih. Saya usul agar kode etik atlet-pelatih yang dipedomani selama ini dapat dilaksanakan dengan baik,” tegas orang nomer satu di Tawa Timur ini.
Senyum manis Shalfa Avrila Siani, tetap tegar dan kuat sekalipun berhalangan ikut dalam SEA Games 2019 di Manila, Filipina. Hal itu terlihat ketika kedua wanita ini bertemu, bertatap muka dan bercengkrama. Tidak lupa sebagai seorang ibu, Khofifah juga memberikan motifasi. “Tetap Semangat ya Shalfa,” pungkasnya. HARIS