Berita Utama

MENTERI PU SIAGA 400 POMPA AIR ATASI “GODZILLA EL NINO”

▪︎ Pompa Air Disiapkan Menjaga Ketahanan Pangan dan Distribusi Air Sawah

▪︎ JAKARTA – POSMONEWS.com,-
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menyiagakan sekitar 400 unit pompa air untuk mendukung pompanisasi pertanian menghadapi potensi kemarau akibat fenomena “Godzilla” El Nino.

Pompa ini disiapkan untuk menjaga ketahanan pangan dan distribusi air sawah agar tetap optimal di sentra produksi padi. Jumlah ini bersifat sementara dan akan terus ditambah sesuai kebutuhan.

Pompanisasi pertanian untuk antisipasi kekeringan, khususnya di wilayah sentra produksi padi. Pihak Kementerian PU telah menyiapkan 400 unit. Kemen PU juga akan menambah jumlah pompa air secara berkala bila dibutuhkan. Hal itu dilakukan guna menghadapi ancaman kemarau ekstrem “Godzilla El Nino”.

Kementerian PU telah melakukan koordinasi dengan Kementeria Pertanian untuk menghindari tumpang tindih pelaksanaan program tersebut.

Menteri Dody mengatakan, jumlah tersebut masih bersifat sementara dan akan terus ditambah sesuai kebutuhan di lapangan agar distribusi air bagi sawah dapat berjalan optimal selama periode kemarau berlangsung di berbagai wilayah Indonesia.

“Banyak, kemarin pompa (yang disiapkan) 400 unit ya, tapi kita akan tambah terus. Jadi, sementara waktu 400 unit, tapi kita akan tambah terus,” kata Menteri Dody di Jakarta.

Dia menegaskan, penyediaan pompa dilakukan dengan mempertimbangkan koordinasi bersama Kementerian Pertanian guna menghindari tumpang tindih program, sehingga intervensi pemerintah dapat berjalan efektif dan tepat sasaran di setiap daerah, utamanya sentra produksi padi.

“Karena Kementerian Pertanian juga menyiapkan barang yang sama. Jadi, kita juga enggak mau overlapping,” tegas Menteri Dody.

Menurut Menteri PU, pembagian peran antar-kementerian menjadi kunci agar masing-masing dapat fokus pada wilayah kerja yang berbeda tanpa terjadi duplikasi program dalam penyediaan sarana pompanisasi pertanian.

“Kita koordinasi terus. Mana yang Kementerian Pertanian kerjakan, kita enggak akan kerjakan di situ. Kalau kita kerjakan di situ, Kementerian Pertanian enggak akan kerjakan di situ,” jelas Menteri Dody.

Selain penyediaan pompa air, Menteri Dody menekankan pentingnya pembangunan jaringan irigasi tersier guna memastikan air yang dialirkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh lahan pertanian yang membutuhkan.

“Cuma kalau kami, saya minta teman-teman jangan hanya pompa air tanah, tapi juga harus dibangun jaringan irigasi tersiernya sehingga air yang kita alirkan itu lebih efektif dan efisien untuk mengairi sawah,” ucapnya.

Dengan adanya jaringan irigasi yang memadai, tambah Menteri Dody, distribusi air diharapkan menjadi lebih efektif dan efisien sehingga dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian, terutama di wilayah yang bergantung pada curah hujan.

“Harapan kami sawah-sawah tadah hujan itu minimum bisa panen setahun dua kali. Kalau bisa tiga kali, alhamdulillah,” kata Menteri Dody.

Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menyatakan pihaknya menggandeng Kementerian PU untuk memperbaiki jaringan irigasi dalam menghadapi ancaman kekeringan akibat potensi El Nino ekstrem.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipatif guna memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian tetap terjaga di tengah risiko penurunan curah hujan yang dapat mengganggu produksi pangan nasional.▪︎ (FEND)

Related Articles

Back to top button