Berita

Hadiri Perayaan Nyepi, Wali Kota Malang Serukan Toleransi Beragama

▪︎ KOTA MALANG – POSMONEWS.com,-
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menghadiri rangkaian Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang digelar di Lapangan Brawijaya Rampal, Kota Malang. Pada kesempatan ini ia menekankan pentingnya menjaga toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman.

Wali Kota Malang menyampaikan bahwa perayaan Nyepi tahun ini terasa istimewa karena beriringan dengan Bulan Suci Ramadan. Menurutnya, kedua momentum tersebut memiliki nilai spiritual yang selaras, yakni pengendalian diri dan penyucian batin.

“Momen kebersamaan ini kebetulan juga di bulan Ramadan. Ada satu hakikat yang sama, yaitu pengendalian diri, pengendalian hawa nafsu, toleransi, disiplin, serta upaya memerangi angkara murka,” tuturnya.

Orang nomor satu di jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tersebut juga mengapresiasi kerukunan umat beragama di Kota Malang yang dinilai tetap terjaga dengan baik. Bahkan tingginya toleransi antarumat beragama di Kota Malang juga mendapat apresiasi dari Presiden Republik Indonesia.

“Ini adalah bentuk toleransi beragama yang sangat baik. Kehadiran kami di sini merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap seluruh umat beragama,” tambahnya.

Menjelang pelaksanaan Nyepi, Pemerintah Kota Malang melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKAUB) juga mengimbau masyarakat untuk saling menghormati dan menjaga ketenangan.

“Kami telah berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait agar situasi tetap kondusif. Mari kita tunjukkan bahwa Kota Malang adalah kota yang damai dengan saling menghargai,” pungkas Wahyu.

Sementara itu, Ketua Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Malang, I Made Warthana, menjelaskan bahwa perayaan Nyepi tahun ini mengusung tema Vasudhaiva Kutumbakam yang berarti ‘Satu Bumi, Satu Keluarga’. Tema tersebut mengandung makna bahwa seluruh umat manusia merupakan satu keluarga besar yang hidup di bumi yang sama.

Melalui rangkaian ritual seperti Tawur Kesanga dan pawai ogoh-ogoh, umat Hindu diharapkan dapat menyucikan diri dari sifat-sifat buruk sebelum menjalankan Catur Brata Penyepian. “Melalui ritual ini, kami berharap umat dapat melaksanakan Catur Brata Penyepian dengan khidmat,” jelasnya. ▪︎(Fif/AHM)

Related Articles

Back to top button