Gaya Hidup Sebabkan Angka Kematian Tinggi

▪︎Hasil Penelitian Survei Melibatkan 13.530 Orang
▪︎MALANG – POSMONEWS.com,-
Kabupaten Malang masih menghadapi beban kesehatan yang besar, dengan berbagai penyakit menjadi penyebab kematian tertinggi setiap tahunnya.
Berdasarkan hasil penelitian survei beberapa tahun yang lalu. Dan 50% berada dalam beberapa penyakit dalam penyakit ini muncul akibat gaya hidup, lingkungan, hingga keterbatasan akses layanan kesehatan juga diagnosa yang kurang tepat.
Responden penelitian survei ini melibatkan 13.530 orang yang sakit dari RS dan Puskesmas yang ada di kabupaten Malang. Penelitian ini melibatkan 30 orang lebih yang berkompeten dibidang kesehatan.
Berikut penyakit dengan angka kematian tertinggi di kabupaten Malang ; Ischaemic heart disease atau jantung, Stroke ( verebrovascular disease), chronic lower respiratory/ CLRD penyakit pernafasan bawaan dan tuberculosis (TBC), Falls penyakit kelompok usia, Other Acute lower respiratory infection, penyakit hati (liver disease), penyakit karena kecelakaan/ transport accident), Malignant neiplasm of breast/ Kanker.
Stroke menduduki peringkat sebagai penyebab kematian tertinggi di Malang. Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu, baik karena pembuluh darah tersumbat (stroke iskemik) atau pecah (stroke hemoragik).
Faktor risiko stroke mencakup tekanan darah tinggi, diabetes, serta pola makan dan gaya hidup yang kurang sehat, menurut datanya 17,3%. Penyakit Jantung Iskemik (ischaemic heart disease) Penyakit jantung iskemik, atau dikenal juga sebagai penyakit jantung koroner, disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah yang menghambat pasokan darah ke jantung.
Penyakit ini dapat berujung pada serangan jantung yang mematikan. Penyebab utama penyakit ini adalah kolesterol tinggi, merokok, tekanan darah tinggi, serta kurangnya aktivitas fisik. Penyakit ini menduduki pertama penyebab kematian ke pertama dengan kematian yang ada sekarang 17,3% sama dengan stroke.
Diabetes menjadi salah satu penyebab kematian yang semakin meningkat di Malang. Diabetes terjadi ketika kadar gula darah terlalu tinggi akibat ketidakmampuan tubuh memproduksi atau menggunakan insulin secara efektif.
Risiko diabetes meningkat dengan pola makan tinggi gula dan lemak, kurangnya aktivitas fisik, serta faktor genetika. Diabetes melitus merupakan penyebab kematian ke 3 ter tinggi.
Chronic lower respiratory disease/ CLRD termasuk Bronkitis dan Tuberkulosis (TBC). Kabupaten Malang dengan beban tuberkulosis tertinggi daerah dingin dan pegunungan. Penyakit infeksi ini menyerang paru-paru dan disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.
Penyebaran TBC terjadi melalui udara, terutama di lingkungan yang padat dan kurang sanitasi. Jika tidak diobati dengan tepat, TBC bisa mematikan merupakan penyakit ke 4 yang mematikan.
Sirosis hati adalah kerusakan hati kronis yang disebabkan oleh peradangan jangka panjang, terutama akibat konsumsi alkohol berlebihan dan infeksi virus hepatitis B dan C.
Kondisi ini menyebabkan jaringan hati menjadi rusak, sehingga hati tidak bisa berfungsi secara optimal. Sirosis hati berpotensi menyebabkan komplikasi serius seperti gagal hati dan kanker hati.
Penyakit Paru Obstruktif Kronis atau PPOK adalah penyakit paru kronis yang membuat penderitanya kesulitan bernapas. PPOK sering kali diakibatkan oleh paparan jangka panjang terhadap asap rokok atau polusi udara. Gejala PPOK meliputi batuk kronis, sesak napas, dan lendir berlebih. Penyakit ini dapat memengaruhi kualitas hidup dan meningkatkan risiko kematian.
Infeksi saluran pernapasan bawah, seperti pneumonia, adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur yang menyerang paru-paru. Penyakit ini umumnya memengaruhi anak-anak dan lansia serta orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Jika tidak diobati, pneumonia dapat menyebabkan komplikasi serius, bahkan kematian.
Kanker paru-paru menjadi penyebab kematian tinggi di Indonesia, terutama pada perokok aktif maupun pasif. Polusi udara juga menjadi faktor risiko signifikan. Kanker paru-paru sering kali tidak menunjukkan gejala hingga stadium lanjut, sehingga sulit terdeteksi pada tahap awal.
Kematian neonatal mengacu pada kematian bayi baru lahir dalam 28 hari pertama kehidupannya. Penyebab kematian neonatal meliputi komplikasi kelahiran prematur, infeksi, serta asfiksia perinatal (kekurangan oksigen saat lahir). Faktor penyebab termasuk rendahnya kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi serta kurangnya akses terhadap perawatan kesehatan yang memadai.
Menurut PLT RSUD Kanjuruhan, Yudiono, mengatakan bahwa penyebab kematian tertinggi di kabupaten Malang masih 3 dan itu segnifikan dengan penelitian 13.350 menandakan bahwa 3 penyakit Jantung, stroke dan diabetes melitus tinggi mendekati hampir 0,5 kabupaten Malang rentan penyakit ini. Untuk itu polo hidup sehat juga bersih minimal bisa menekan angka kematian. ▪︎(AHM)
