Berita

Hapsak 2024, SMP PGRI 1 Buduran Ingatkan Sejarah Bangsa

▪︎SIDOARJO – POSMONEWS.com,-
Memeringati Hapsak (Hari Kesaktian Pancasila), tanggal 1 Oktober 2024, SMP PGRI 1 Buduran mengingatkan beberapa peristiwa penting sejarah bangsa Indonesia.

Di antaranya: peristiwa pemberontakan PKI Madiun tahun 1948, peristiwa Gerakan 30 September 1965, dan penumpasan pengurus, anggota, dan kader PKI (Partai Komunis Indonesia). Jangan sampai sejarah hitam kelam tersebut terulang lagi di bumi Indonesia.

Demikian inti amanat yang disampaikan oleh pembina upacara, Maria Ulfah, S.E., M.M. (guru IPS SMP PGRI 1 Buduran) pada upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di halaman SMP PGRI 1 Buduran, Selasa (1/10/2024).

Upacara diikuti Kepala SMP PGRI 1 Buduran, Indrajayanti Ratnaningsih, S.Si, M.Pd; Wakil Kepala SMP PGRI 1 Buduran, Dra. Hj. Eva Wahyuda, M.Pd; para guru dan tenaga kependidikan, serta para peserta didik SMP PGRI 1 Buduran.

Menurut Maria Ulfah, sejarah masa lalu bangsa Indonesia seyogianya dipelajari dan dipahami oleh para generasi muda, khususnya para pelajar. Sebagai bahan perenungan dan pelajaran, untuk diambil hikmahnya bagi setiap anak bangsa.

“Betapa sulitnya keadaan pascaproklamasi kemerdekaan. Sebab, masih terjadi banyak pergolakan, bahkan pemberontakan yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.

Dikatakan, dalam peristiwa G30S/PKI tahun 1965 tersebut terdapat 6 orang jenderal dan 1 orang perwira muda TNI AD yang menjadi korban kebiadaban PKI. Mereka disiksa dan dibunuh secara keji, tanpa perikemanusiaan.

Jasadnya dimasukkan ke dalam sebuah sumur tua di Lubang Buaya, yang sekarang menjadi tempat Monumen Pancasila Sakti.
Para korban tersebut adalah:

Jenderal TNI (Anumerta) Ahmad Yani; Letjen TNI (Anumerta) Siwondo Parman; Mayjen TNI (Anumerta) Donald Isaac Pandjaitan; Letjen TNI (Anumerta) MT Haryono; Letjen (Anumerta) Suprapto; Mayjen TNI (Anumerta) Sutoyo Siswomiharjo; dan Kapten (Anumerta) Pierre Tendean.

“Pada masa sekarang ini, mestinya kita harus meningkatkan rasa syukur yang mendalam. Sebab, keadaan sudah aman, nyaman, tenteram, bahkan makmur dan sejahtera warga negaranya. Karena itu, wujudkan rasa syukur tersebut dengan memberikan kontribusi (sumbangsih) kepada bangsa dan negara,” katanya.

Setelah upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, dilakukan penyerahan bantuan sembako oleh Kepala SMP PGRI 1 Buduran kepada para peserta didik yang tidak mampu.

Sebelumnya, SMP PGRI 1 Buduran memberikan donasi kepada anak yatim di panti asuhan sekitar sekolah. Kegiatan sosial tersebut sebagai rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1446 H.
▪︎(Koesmoko, Humas SMP PGRI 1 Buduran)

Related Articles

Back to top button