Komjen Boy Rafli Terima Gelar “Kapolda Pro Eksistensi”
▪︎BATU-POSMONEWS.COM,-
Komisaris Jenderal Polisi Boy Rafli Amar mendapat gelar “Kapolda Pro Eksistensi” oleh Yayasan Pelayanan Pekabaran Injil Indonesia (YPPII) Kota Batu Jawa Timur. Penyerahan penghargaan di berikan oleh BAMAG (Badan Musyawarah Antar Gereja) dan LKKI (Lembaga Keagamaan Kresten Indonesia), di Gedung Bukit Zaitun YPPII Kota Batu,(25/3/2022)
Komjen Pol Drs Boy Rafli Amar, M.H, dalam sambutannya, menyampaikan Komjen Pol Drs Boy Rafli Amar, M.H, dalam sambutannya, menyampaikan ketika dirinya ditempatkan di Papua, ia sangat “menikmati sekali”. Kota Papua sangat indah dari alam budaya yang masih asli dan sejuk, saya sangat menikmatinya”.
Sementara itu terlihat dengan perilaku intoleran dan radikalisme boy menjelaskan bahwa ancaman itu tidak lepas dari adanya komunikasi masif yang dilakukan pelaku dalam menyampaikan narasi radikal intoleran.
“Sehingga Kelompok pengusung ideologi ini giat menyampaikan pesan melalui beragam saluran. Mulai dari doktrin secara tatap muka maupun membangun narasi lewat media sosial,” imbuhnya.
Boy juga menjelaskan bahwa tujuan penyebaran ini adalah untuk mempengaruhi masyarakat, utamanya generasi muda, termakan dengan narasi radikal tersebut.
“Kemudian bisa berujung pada lahirnya sebuah gagasan yang kita definisikan sebagai tindakan yang mengarah pada terorisme,” jelasnya.
Karena itu Boy Rafli Amar menjelaskan, bahwa membangun literasi dan edukasi di masyarakat akan bahaya ideologi ini merupakan proses komunikasi yang harus dijalankan.
“Dan komunikasi ini diharapkan dapat menjangkau hingga berbagai kalangan di masyarakat,” pungkasnya.
Acara ini bertempat di Gedung Bukit Zaitun YPPII, serta dihadiri oleh tokoh-tokoh Kota Batu dan Ketua DPRD Kota Batu dirinya ditempatkan di Papua, ia sangat menikmati sekali.
Sementara itu terlihat dengan perilaku intoleran dan radikalisme Boy Rafli Amar menjelaskan bahwa ancaman itu tidak lepas dari adanya komunikasi masif yang dilakukan pelaku dalam menyampaikan narasi radikal intoleran.
“Sehingga Kelompok pengusung ideologi ini giat menyampaikan pesan melalui beragam saluran. Mulai dari doktrin secara tatap muka maupun membangun narasi lewat media sosial,” imbuhnya.
Boy Rafli Amar juga menjelaskan bahwa tujuan penyebaran ini adalah untuk mempengaruhi masyarakat, utamanya generasi muda, termakan dengan narasi radikal tersebut.
“Kemudian bisa berujung pada lahirnya sebuah gagasan yang kita definisikan sebagai tindakan yang mengarah pada terorisme,” jelasnya.
Karena itu Boy Rafli Amar menjelaskan, bahwa membangun literasi dan edukasi di masyarakat akan bahaya ideologi ini merupakan proses komunikasi yang harus dijalankan. “Dan komunikasi ini diharapkan dapat menjangkau hingga berbagai kalangan di masyarakat,” red.
Acara ini bertempat di Gedung Bukit Zaitun YPPII, serta dihadiri oleh tokoh-tokoh Kota Batu dan Ketua DPRD Kota Batu.
**(adek)
