Berita Utama

Migration Voter

Oleh: Mahmud Suhermono
(JTV Surabaya dan Dosen)

Beberapa hari terakhir terdengar gejala migration voter (perpindahan pilihan) dalam jumlah yang relatif signifikan, dalam Pilkada Serentak 2020.

Bila gelombang ini makin membesar, bukan tidak mungkin peta persaingan kontestasi demokrasi elektoral akan berbeda, dengan hasil survey sebelumnya.

Selain swing voter, potensi migration voter juga akan terjadi di kalangan pemilih yang belum terindentivikasi (unidentified voter).

Migrasi ini terjadi karena tingginya unidentified voters, efek dari kampanye dan debat, yang hingga hari ini isu yang diangkat baru pada tataran permukaan.

Pemegang hak suara menilai, tawaran-tawaran kampanye belum menyentuh substansi kebutuhan hidup dan kehidupan dan masalah yang dihadapi rakyat sehari-hari.

Tim kampanye tetap harus hati-hati dan jangan terlalu over convident, meski sudah memegang hasil survey perolehan suara yang cukup signifikan.

Jangan lupa pada masa coblosan 9 Desember 2020 nanti, pandemi Covid-19 masih berlangsung. Hal itu dikhawatirkan akan mempengaruhi kehadiran pemilih di TPS.

Tim kampanye harus bisa memastikan calon pemilihnya datang ke TPS. Sebab, dalam Pilkada-Pilkada sebelumnya, menunjukkan angka golput masih tinggi.(**)

Related Articles

Back to top button