DPU Bina Marga Jatim Targetkan 7 Jembatan Tuntas Desember 2026
▪︎ Guna Percepat Pembangunan Infrastruktur

▪︎ SURABAYA – POSMONEWS.com,-
Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Provinsi Jawa Timur terus berupaya mempercepat pembangunan infrastruktur jembatan milik provinsi. Sebanyak tujuh jembatan yang saat ini tengah dibangun, ditargetkan rampung seluruhnya pada Desember 2026.
Kepala Bidang Pembangunan dan Peningkatan Jalan Dinas PU Bina Marga Jatim, Ir. Ahmad Faathir Wicaksono, S.T., M.Sc mengatakan, tujuh jembatan tersebut adalah penggantian Jembatan Kulak dari konstruksi semula baja komposit bentang 20,10 m dengan lebar 4,70 m diganti menjadi PCI Girder bentang 25,60 m dengan lebar 10,00 m.
Kemudian penggantian Jembatan Krajan III dari konstruksi semula baja komposit bentang 9,00 m dengan lebar 4,70 m diganti menjadi Full Slab bentang 12,50 m dengan lebar 9,00 m. Lalu, penggantian Jembatan Sentong di Jember sepanjang 45,8 m.
Berikutnya, penggantian Jembatan Tongas dari konstruksi semula baja komposit bentang 8,77 m dengan lebar 7,50 m diganti menjadi jembatan tipe box culvert ukuran dalam 420 cm x 100 cm dengan lebar perkerasan 8,50 m.
Selanjutnya, penggantian Jembatan Kengkengan dari konstruksi semula baja komposit bentang 3,00 m dengan lebar 4,50 m diganti menjadi jembatan tipe box culvert ukuran dalam 300 cm x 200 cm dengan lebar perkerasan lebar 7,00 m.
Adapun penggantian Jembatan Wringinanom VIII dari konstruksi semula baja komposit bentang 4,30 m dengan lebar 6,40 m diganti menjadi jembatan tipe box culvert ukuran dalam 400 cm x 300 cm dengan lebar perkerasan 8,00 m.
Serta, penggantian Jembatan Wringinanom XI dari konstruksi semula baja komposit bentang 2,90 m dengan lebar 6,90 m diganti menjadi jembatan tipe box culvertukuran dalam 300 cm x 300 cm denganlebar perkerasan 9,26 m.
“Kita sudah mulai pekerjaan, karena jembatan-jembatan ini menjadi urat nadi transportasi daerah,” cetusnya saat diwawancarai salah satu media, kemarin.
Secara teknis, imbuh Faathir, saat ini pihaknya telah merampungkan kajian dan perencanaan untuk tujuh jembatan tersebut. Mekanisme selanjutnya adalah menempatan alat berat.
Terkait target waktu pengerjaan, dirinya menjelaskan bahwa dalam konteks perizinan targetnya adalah Desember 2026. Namun Faathir optimis bisa diselesaikan lebih cepat.
“Mudah-mudahan Bulan Oktober sudah selesai 80 persen. Tapi jika melihat berkas yang ada, targetnya Bulan Desember. Kami berharap nantinya akan ada percepatan sehingga nantinya masyarakat pengguna jalan tidak terganggu dan jembatan tersebut dapat dimanfaatkan dengan maksimal,” pungkas Faathir. ▪︎(FEND)



