Olahraga

Joko Tingkir, Perang atau Damai dengan Gurabesi dan Suanggi

▪︎ Tour Mission Imposible Persela vs Persipura Jayapura

▪︎ LAMONGAN – POSMONEWS.COM,-
Tren performa meningkat pasca dua kemenangan beruntun Persela Lamongan menghadapi Persiba Balikpapan dan Deltras Sidoarjo, kini mental laskar Jaka Tingkir harus diuji dalam laga tandang di markas Persipura Jayapura, Sabtu (11/4/2026). Kick Off Pukul 17.00 WIB.

Data yang dikutip media ini dari Media Officer Persela, Tim kebanggaan warga kota soto Lamongan ini akan melawat ke Papua dengan kekuatan 18 pemain. Para ponggawa Persela yang dianggap siap untuk laga berat ini digembleng untuk meladeni tantangan tim tuan rumah Persipura Jayapura pada pekan ke-24 Championship 2025/2026.

Para pemain ini juga merupakan the dream team, yang sudah teruji mampu memenangi dua pertandingan sebelumnya, yakni mengalahkan Persiba Balikpapan di Stadion Surajaya Lamongan dan mengkandaskan tim tuan rumah Deltras FC Sidoarjo di Gelora Delta Sidoarjo.

“Hanya Adam Maulana yang tidak bisa kita bawa ke Papua. Novel juga, karena masih dalam penyembuhan cedera,” kata Pelatih Persela Lamongan, Bima Sakti, pada media di Lamongan Rabu, (8/4/2026).

Lebih jauh Bima Sakti menuturkan, dengan berbekal dari dua laga kemenangan sebelumnya itu, Persela percaya diri untuk menghadapi tim berjuluk Mutiara Hitam ini.

“Yang pasti pemain dalam kondisi motivasi tinggi. Kita minta pemain , tidak menyia-nyiakan waktu untuk bertanding di sana melawan Persipura, yang notabene mereka juga bersaing untuk lolos ke Super League,” ujarnya.

Bima Sakti juga berpesan kepada Hendro Siswanto dan kawan-kawan untuk tidak ciut nyali menghadapi tim calon lawan.

Meskipun Persipura memiliki catatan emas belum terkalahkan di sembilan laga kandang terakhir, dan sementara ini bertengger sebagai runner up grup 2.

“Kita sepakat tetap akan tampil maksimal untuk memberikan yang terbaik buat Persela,” tandasnya.

Dari otak-atik para pesohor bola, berbicara teknis dan di atas kertas, jelas tuan rumah lebih memiliki keuntungan tersendiri. Persipura juga memiliki mitos superior di kandang. Dan dari klasemen sementara Persipura bercokol di urutan 2 (runner up), berambisi untuk menggeser PSS Sleman.

Hal tersebut diungkapkan pemerhati bola asal Lamongan Cak Fin Groyok, agar Persela bisa mengamankan pertandingan yang berkesudahan draw.

“Beratnya pertandingan tandang ini, ibarat pendadaran mental tanding anak-anak Persela bisa berjaya di bumi Papua. Asal jangan over confident.

Jikapun ada contra strategi difend. Akan lebih baik, amankan point 1 yang sangat berharga. Jadi semoga, tim bermain pantang menyerah sesuai tactical pelatih Bima, ” tuturnya.

Adapun secara nonteknis, dan pandulum Metabola, menurut spiritualis KRT. Eko Wahyudi Rekso Mulyo, MM, bahwa magis Joki Tingkir harus mau menyatukan kekuatan tuah Eyangnya, yakni Gajah Mada yang konon diyakini sebagai putra Lamongan.

Tanah Papua (dahulu Irian Jaya) didasarkan pada sejarah perluasan kekuasaan Kerajaan Majapahit pada abad ke-14. Referensi manuskrip Jawa Kuno dan Kitab Negarakertagama menyebutkan pengaruh Majapahit meluas hingga ke wilayah timur, termasuk wilayah yang sekarang disebut Papua (dikenal sebagai Irian Barat/Jaya dalam sejarah modern).

“Pesohor sejarah dan bahasa, menyebut Gajah Mada memimpin ekspansi Majapahit yang memasukkan wilayah
dari Nusa Tenggara sampai Irian Barat (Papua), terbukti dari sebutan Lombok, Sumba, Makassar, dan Buton ke dalam pengaruh kekuasaan Nusantara di masa kejayaan Majapahit, “jelas Mas Eko yang selalu mengidolakan Gajahmada.

Untuk bisa menyatu dengan mistis Papua, menurut ahli metafisika yang juga guru besar Padepokan Bhakti Persada, Mojokerto, maka Joko Tingkir yang dijangkungi kekuatan Eyang Gajahmada harus bisa menaklukkan Suanggi, pesohor dan penguasa ilmu hitam di tanah Papua. Karena kepercayaan mistis ini masih dipegang teguh oleh sebagian masyarakat Papua.

Selain kekuatan hitam Suanggi, ada kekuatan putih dari Raja Kurabesi (Gurabesi), yakni mitos sang pahlawan legendaris dari tanah Papua (kepulauan Raja Ampat) yang dikenal tangguh dan membela tanah air dan bangsanya.

“Dua kekuatan itulah, membuat mitos Persipura selalu jaya (menang) di kandang. Karena semangat Raja Gurabesi tertanam di dada tiap pemain pantang menyerah, ” tukas Mas Eko Wahyudi.▪︎[DANAR SP]

Related Articles

Back to top button