Berita Utama

Euforia dan Keseruan MEG Karnaval di Lamongan 2022

▪︎LAMONGAN-POSMONEWS.COM,-
Setelah vakum selama 2 tahun karena pandemi, Pemerintah Kabupaten Lamongan kembali menggulirkan perayaan HUT ke-77 Kemerdekaan RI tahun 2022 ini yang sekaligus sinkronisasi agenda kegiatan Hari Jadi Lamongan (HJL ke-453).

Kondisi yang membaik dan sosial mayarakat yang kondusif ini membuat Pemkab Lamongan, di penghujung Agustus ini menggelar Meg Karnaval, Rabu (31/8/2022) di depan Pendopo Lokatantra Lamongan, sebagai titik start kegiatan Megilan Karnaval itu diberangkatkan.

Dari catatan Posmonews com,
Megilan Karnaval 2022 ini menjadi event pertama pasca pandemi ini. Hal yang membuat Bupati Lamongan, H. Yuhronur Efendi (Pak Yes, sapaan akrabnya, red) hadir dan melebur ditengah euforia dan antusiasme warga. Pak Yes pun berkesempatan memberangkatkan langsung Mega (Megilan) Karnaval yang benar-benar megah ini.

Di sela-sela acara, Pak Yes mengatakan pada media peliput bahwa Mega Karnaval ini menjadi ajang unjuk kekayaan dan keragaman budaya yang dimiliki oleh Lamongan yang harus tetap dijadikan sebagai ikon serta kebanggaan.

“Urgensinya keragaman budaya yang dimiliki Lamongan ini marilah kita jaga dan lestarikan. Hal yang tercermin dari Mega Karnaval ini harus kita semarakkan dan tunjukkan sebagai satu agenda kegiatan tahunan yang menarik,” tuturnya.

Adapun karnaval yang dikemas dalam parade ini yang diikuti oleh siswa-siswi tingkat SMP/MTs/sederajat, SMA/MA/sederajat, umum, instasi, dan badan usaha di Lamongan itu dibaluti kostum menarik dan dilengkapi ornamen kreasi adat kebangsaan atau kebhinekaan Indonesia.

Seiring dengan peringatan kemerdekaan maka Bupati Yes mengungkapkan melalui Mega Karnaval ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat patriotisme, heroisme dan kebangsaan.

“Pepatah bahwa bangsa yang besar, adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya, begitulah yang menggambarkan Mega Karnaval ini. Dengan persembahan yang beragam menandakan bahwa di Lamongan masih banyak aktivitas yang melekat pada warna budayanya,” lanjutnya.

Selaras dengan tema kemerdekaan tahun ini, Mega Karnaval 2022 mengangkat tema “Lamongan Bangkit, Lamongan Megilan” diikuti oleh 36 regu yang terdiri dari 12 regu SMP/MTs/sederajat, 13 regu SMA/MA/sederajat, dan 11 regu umum.

Ke-36 regu yang turut serta meramaikan akan melewati rute yang sudah ditentukan. Terdapat 2 rute dari kategori SMP dan SMA akan melewati rute pendek dari start, menuju Jl. Wahidin, Jl. Suwoko, Jl. Sumargo, Jl. Sunan Drajat, Jl. Andanwangi, Jl. Andansari, Jl. Ahmad Yani, dan kembali ke finish yakni Pendopo Lokatantra. Untuk kategori umum akan melewati rute panjang yang diberangkatkan dari start, menuju Jl. Andansari, Jl. Basuki Rahmat, Jl. Sunan Giri, Jl. Sunan Kalijaga, Jl. Ahmad Yani, dan berakhir di Pendopo Lokatantra.

Kreatifitas para peserta Megkarnavaldalam unjuk kebolehan, terlihat dari tampilkan mereka, diantaranya : atraksi drumband, penampilan kostum hasil recycle plastik yang memukau, kesenian tari tradisional, reog, penampilan pesta petik laut khas pantura, upacara adat pengantin bekasri khas Lamongan selatan hingga sejarah Joko Tingkir beserta tarian kolosalnya.

Tidak kalah menariknya adalah gambaran tradisi keragaman budaya, para peserta juga menampilkan legenda singo mengkok dan tari mayang madu sebagai media dakwah Sunan Drajat.

Dimana dalam penyebaran agama islam di Lamongan, Sunan Drajat menggunakan media seni salah satunya menggunakan simbol singo mengkok yang pada motif gamelan digunakan untuk mengiringi tembang. Sedangkan tari mayang madu adalah tarian islam yang diciptakan untuk mengenang jasa perjuangan Sunan Drajat. Sementara nama mayang mau sendiri diambil dari gelar “Sunan Mayang Madu” yang diberikan oleh Sultan Demak kepada Sunan Drajat.

Ada juga peserta yang menyuguhkan sejarah di Lamongan, drama kolosal Jaka Tingkir (pendakwah dan penyebar Islam di Lamongan) lengkap dengan para prajuritnya. Ulama yang memiliki panggilan Mas Karebet saat masih kecil ini merupakan murid kesayangan Sunan Kalijaga, semenjak melepas masa bakti sebagai raja Kesultanan Pajang, Jaka Tingkir pergi ke sebuah kampung terpencil tepatnya di Desa Pringgoboyo Kecamatan Laren Lamongan untuk menyebarkan agama islam hingga wafatnya.**(DANAR SP)

Related Articles

Back to top button