Berita Utama

BBPJN Jatim–Bali Memperbaiki JLS di Trenggalek – Tulungagung

▪︎ JATIM – POSMONEWS.com,-
Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali mempercepat perbaikan Jalur Lintas Selatan (JLS) Trenggalek – Tulungagung, Jawa Timur yang mengalami kerusakan dan longsor. Hal itu dilakukan memastikan arus mudik dan libur Idul Fitri 1447 H/2026 M berjalan lancar.

BBPJN Jatim–Bali sedang memperbaiki JLS di Trenggalek – Tulungagung, menargetkan perbaikan sekitar 15 km melalui metode patching (tambal sulam) dan perbaikan permanen dengan subdrain untuk mengatasi penurunan jalan akibat air tanah, dengan target selesai sebelum H-10 Lebaran.

Perbaikan fokus pada ruas Watulimo (Trenggalek) hingga Besuki (Tulungagung) untuk meningkatkan keamanan pemudik. Pemasangan subdrain (kanal air) pada titik penurunan tanah untuk menangkap rembesan air bawah tanah yang merusak struktur pondasi.

Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Jawa Timur, Andhika Tommy Ardiansyah, menargetkan seluruh perbaikan selesai pada H-10 Lebaran.

“Ada perbaikan patching (menambal) aspal dan targetnya H – 10 sudah selesai,” kata Tommy kepada wartawan.

Selain jalan berlubang dan retak, Tommy juga menaruh perhatian pada ruas jalan yang mengalami penurunan, amblas, atau longsor.

Lebih lanjut Tommy mengatakan bahwa pihaknya mengupayakan agar penurunan longsor tersebut tidak berlanjut sembari menunggu anggaran perbaikan secara permanen turun.

“Kami pastikan penurunan longsoran tersebut tidak berlanjut, kami hanya mempertahankan elevasinya supaya kendaraan tetap bisa melintas atau secara fungsional,” lanjutnya.

Menurut Tommy, kerusakan atau penurunan tersebut terjadi karena ada infiltrasi air di bawah aspal yang tidak terdeteksi saat pelaksanaan pembangunan proyek.

“Baru ketahuan kalau ada infiltrasi air yang terjadi sepanjang JLS Prigi sampai Karanggongso (Kecamatan Watulimo),” lanjutnya.

Untuk mengatasinya, Tonny akan memasang subdrain atau drainase bawah permukaan aspal yang dipasang di kaki lereng. Fungsinya adalah menangkap aliran air yang masuk ke badan jalan agar air bisa langsung terbuang dan tidak meresap ke aspal.

“Begitu juga di lokasi longsoran kami akan memasang subdrain di bahu jalan sehingga jalannya tidak semakin turun,” pungkas Tonny.▪︎ (FEND)

Related Articles

Back to top button