Berita

Safari Ramadan di Masjid Al Firdaus, Wali Kota: Jaga Kelestarian Lingkungan

▪︎ KOTA MALANG – POSMONEWS.com,-
Esensi Ramadan bukan hanya sekadar ritual tahunan, melainkan proses pembinaan diri agar semakin dekat kepada Allah SWT. Pesan inilah yang disampaikan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat kepada para jemaah kala memberikan sambutan dalam Safari Ramadan 1447 Hijriah Pemerintah Kota Malang di Masjid Al Firdaus, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Minggu (22/2/2026).

Dalam Safari Ramadan yang dirangkaikan dengan salat Isya dan Tarawih berjemaah ini, Wali Kota Malang menyampaikan bahwa Bulan Suci Ramadan merupakan ruang peningkatan kualitas spiritual sekaligus penguatan karakter.

“Di dalamnya terdapat anjuran untuk memperbanyak ibadah salat tarawih, membaca Al-Qur’an, memperluas sedekah dan infak, serta berbagai amal kebajikan lainnya. Karena itu, sangat disayangkan apabila bulan penuh keberkahan ini tidak kita manfaatkan secara optimal,” pesannya.

Orang nomor satu di jajaran Pemkot Malang itu mengungkapkan, Pemerintah Kota Malang memandang Ramadan sebagai momentum yang tepat untuk memperkuat komunikasi publik. Dan Safari Ramadan merupakan bagian dari ikhtiar membangun dialog yang konstruktif antara pemerintah dan masyarakat.

Lebih lanjut, Wahyu menekankan bahwa komunikasi yang harmonis menjadi prasyarat penting dalam mewujudkan pembangunan yang partisipatif. Tanpa keterbukaan informasi, kata dia, dapat terjadi kesenjangan persepsi yang berpotensi menurunkan partisipasi publik. Karena itu, forum seperti Safari Ramadan sangat penting untuk memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap setiap kebijakan dan program pembangunan Kota Malang.

“Berbagai program yang telah, sedang, dan akan kita jalankan hanya akan mencapai hasil maksimal apabila dipahami secara komprehensif oleh masyarakat. Ketika masyarakat memahami arah kebijakan pembangunan, maka dukungan, partisipasi, dan kolaborasi akan tumbuh secara alami. Itulah fondasi utama keberhasilan pembangunan daerah,” tegasnya.

Pada kesempatan ini, Wahyu juga berpesan tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai tanggung jawab moral dan sosial bersama. Ia merujuk pada fatwa yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Fatwa Nomor 4/MUNAS XI/MUI/2025 tentang Pedoman Pengelolaan Sampah di Sungai, Danau, dan Laut untuk Mewujudkan Kemaslahatan.

Fatwa ini menyatakan bahwa membuang sampah ke sungai, danau, dan laut adalah haram karena mencemari lingkungan, merusak ekosistem, dan membahayakan kehidupan.

Menurutnya, fatwa ini menegaskan bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian alam bukan sekadar persoalan disiplin sosial atau kepatuhan terhadap peraturan daerah, melainkan juga bagian dari kewajiban keagamaan. Perilaku membuang sampah sembarangan, terlebih ke aliran sungai dan badan air, bukan hanya melanggar norma ketertiban, tetapi juga bertentangan dengan prinsip syariat.

“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh jemaah Masjid Al Firdaus dan masyarakat Kota Malang untuk menjadikan nilai-nilai Ramadan sebagai landasan perubahan perilaku. Ketakwaan yang kita bangun melalui puasa hendaknya terwujud dalam tindakan nyata, salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan serta turut menjaga sungai dan lingkungan kita,” tuturnya.

Wali Kota Malang pun berharap, apabila kesadaran religius berjalan seiring dengan kedisiplinan sosial, maka Kota Malang tidak hanya maju pembangunannya, tetapi juga menjadi kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Pada kesempatan kali ini juga diserahkan bantuan perlengkapan sekolah kepada anak yatim, serta bantuan pengembangan dan perbaikan masjid kepada pengurus takmir Masjid Al Firdaus.

Safari Ramadan ini turut dihadiri Kapolres Malang Kota Kombes Pol. Putu Kholis Aryana, Sekretaris Daerah Kota Malang Erik Setyo Santoso, serta jajaran perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kota Malang. ▪︎(AHM/Yn)

Related Articles

Back to top button