
▪︎ KOTA MALANG – POSMONEWS.com,-
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Ijen Suites Resort and Convention Malang, Kamis (12/2/2026).
Musrenbang tematik ini diikuti oleh perangkat daerah pengampu usulan dan delegasi tematik, yakni perwakilan anak, lansia, disabilitas, perempuan, dan pemuda.
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, yang hadir dalam kegiatan ini mengapresiasi penyelenggaraan Musrenbang Tematik ini.
Menurutnya, adanya Musrenbang Tematik akan mendukung pemerintah dalam upaya pembanguanan yang berprioritas pada isu kelompok rentan berdasarkan data yang valid.
Dengan demikian, Pemkot Malang dapat menyusun perencanaan dan anggaran yang lebih strategis dan tepat sasaran.
“Perencanaan pembangunan tidak boleh hanya bersifat fisik, tetapi harus menyentuh aspek pemberdayaan manusia yang inklusif. Semoga forum ini menghasilkan program dan kegiatan yang berdampak pada kelompok rentan,” harapnya.
Arumi pun menekankan peran strategis PKK sebagai mitra kerja pemerintah yang memiliki jejaring luas hingga tingkat keluarga untuk menggerakkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Arumi menjelaskan bahwa 10 Program Pokok PKK sejalan dengan upaya pemenuhan hak-hak dasar masyarakat, termasuk kelompok tematik, yakni anak, perempuan, lansia, disabilitas, dan pemuda.
“PKK di setiap lini mulai RT RW ada, bisa dilibatkan bisa dikolborasikan dengan program-program PKK,” sambung istri Wakil Gubernur Jawa Timur ini.
Di kesempatan yang sama, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa pembangunan Kota Malang harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Menurutnya penyelenggaraan Musrenbang Tematik menjadi instrumen penting untuk memastikan aspirasi kelompok anak, lansia, disabilitas, perempuan, dan pemuda dapat terakomodasi dalam rencama pembangunan daerah.
Musrenbang Tematik menjadi gagasan Pemkot Malang untuk menjaring masukan dari berbagai kelompok masyarakat, termasuk kelompok rentan dan pemuda.
“Musrenbang ini menyediakan akses luas bagi kelompok rentan dan termarjinalkan. Lewat Musrenbang ini, mereka bisa tahu dan mengajukan aspirasi, jadi banyak keinginan dan kebutuhan prioritas mereka bisa terfasilitasi,” beber Wahyu.
Orang nomor satu di jajaran Pemkot Malang itu kembali menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi dengan menginstruksikan seluruh perangkat daerah pengampu untuk secara serius menindaklanjuti usulan yang telah diteruskan agar segera diinput ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).
Selain itu, Wahyu juga mendorong terciptanya inovasi layanan publik yang lebih responsif terhadap kebutuhan spesifik masing-masing kelompok tematik guna memastikan pelayanan yang tepat sasaran.
Lebih lanjut, Wahyu pun menekankan aspek keberlanjutan dengan menjadikan masukan yang dihimpun dalam musrenbang sebagai materi dalam penyusunan RKPD 2027 yang berkualitas, inklusif, dan sepenuhnya berpihak pada kepentingan rakyat.
Sebagai informasi, berdasarkan data rekapitulasi per tanggal 23 Januari 2026, jumlah usulan tematik yang masuk dan diproses lebih lanjut sebanyak 1.553 usulan. Musrenbang kali ini pun makin meriah dengan beragam penampilan dari lintas kelompok yang hadir.
Kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan berita acara musrenbang oleh perwakilan perangkat daerah dan kelompok tematik.
▪︎ (Ari/AHM)




