Berita Utama

KemenPU: Soal Diskon Tarif Tol Libur Lebaran 2025 

▪︎JAKARTA – POSMONEWS.com,-
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) buka peluang adanya pemberian diskon tarif tol lebih dari 10 persen saat libur Lebaran 2025.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU, Roy Rizali Anwar, mengatakan saat ini pihaknya bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) sedang membahas rencana tersebut.

Roy menambahkan, BUJT telah memberikan diskon tarif tol sebesar 10 persen pada momentum libur Natal dan Tahun Baru 2024/2025.

Menurut Roy, pihaknya akan berupaya agar BUJT dapat memberikan diskon tarif tol lebih dari besaran tersebut.

“Ini sedang pembahasan dengan teman-teman BUJT. Nanti, kami akan panggil mereka untuk memastikan arahan Pak Prabowo itu bisa dilakukan. Tinggal mengatur waktunya kapan, tarifnya berapa, besarannya berapa dan sebagainya,” ujar Roy saat ditemui usai rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

“Mudah-mudahan (pemberian diskon tarif) tidak kurang seperti yang Nataru kemarin 10 persen. Mudah-mudahan tidak kurang dari itu, mungkin lebih dari itu,” sambungnya.

Menurut Roy, Presiden Prabowo Subianto sendiri mengarahkan supaya ada pemberian diskon tarif tol saat libur Lebaran nanti. Hal ini perlu dilakukan untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas saat arus mudik dan balik Lebaran 2025.

Roy bilang, pemberian diskon tarif tol itu akan diberikan pada waktu favorit masyarakat melakukan mudik Lebaran.

“Tinggal ngatur waktunya agar tidak tertumpuk pada peak hour-nya, pada saat puncak mudiknya. Mungkin akan kami geser di beberapa hari sebelumnya. Sehingga disitu yang mungkin akan kami berikan diskon, agar masyarakat bisa (bergerak) mudik di waktu tersebut untuk memecah kemacetan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan delapan kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2025, termasuk stimulus untuk mendongkrak daya beli masyarakat.

Salah satunya adalah stimulus Ramadan-Lebaran 2025 yang mencakup diskon harga tiket pesawat, diskon tarif tol, program diskon belanja seperti Harbolnas 2025, program EPIC Sales 2025 dan BINA Diskon 2025.

“Stimulus HBKN Ramadan Lebaran: a. diskon harga tiket pesawat. b. diskon tarif tol. c. program diskon belanja seperti Harbolnas 2025, program EPIC Sales 2025 dan BINA Diskon 2025. d. program pariwisata mudik lebaran (Kementerian Pariwisata dan BUMN terkait). e. stabilisasi harga pangan,” ujar Prabowo dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, kemarin.

Sementara itu Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Roy Rizali Anwar, telah bertemu dengan Duta Besar (Dubes) Hungaria untuk Indonesia Lilla Karsay terkait pembahasan rencana implementasi teknologi sistem transaksi tol nontunai nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF) di jalan tol.

“Kemarin saya sudah bertemu dengan Dubes Hungaria, sudah menyampaikan terkait kondisi itu, saya juga sudah mengumpulkan bahan-bahan, data-data lengkap, semua terkait permasalahan itu. Kita coba urai,” ujar Roy Rizali Anwar di Jakarta.

Selain itu, Roy juga menyampaikan bahwa para Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU sudah bersurat kepada aparat penegak hukum, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan sebagainya terkait MLFF.

“Teman-teman BUJT, BPJT juga sudah menyampaikan surat ke aparat penegak hukum, ke BPKP, dan sebagainya, apa langkah-langkah yang harus kami lakukan agar kita di kemudian hari tidak ada bermasalah dengan hal tersebut,” katanya.

Sedangkan Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mengungkapkan teknologi sistem transaksi tol nontunai nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF) dapat bermanfaat dalam mengurangi kemacetan di jalan tol.

Menurut Menteri Dody, Indonesia harus berkaca kepada negara-negara maju yang telah menerapkan teknologi transaksi tol nontunai nirsentuh dan Indonesia harus juga bisa menerapkan hal tersebut.

Sistem MLFF ini menggunakan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS) dan melakukan transaksi melalui aplikasi Cantas yang diintegrasikan dengan data ERI (Electronic Registration and Identification) atau data kepemilikan kendaraan yang dimiliki oleh Korlantas Polri.

Salah satu manfaat dengan kehadiran sistem transaksi MLFF ini adalah efisiensi biaya operasi dan meminimalkan penggunaan bahan bakar kendaraan.

Penerapan transaksi tol MLFF menjadi terobosan dalam menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Selain pemborosan BBM, kemacetan di gerbang tol karena total transaksi harian gerbang tol yang mencapai 4 juta transaksi juga dapat mengakibatkan polusi udara.▪︎[FEND]

Related Articles

Back to top button