Berita Utama

Usai Ditolak Petani Tambak,  Lapangan Padel Dibongkar

▪︎ SURABAYA – POSMONEWS.COM,-
Menindaklanjuti keluhan petani tambak di Kelurahan Keputih, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menindak pengusaha yang membangun lapangan padel di Keputih, Kecamatan Sukolilo, yang telah menyerobot sungai.

Camat Sukolilo, M Aries Hilmi, membenarkan adanya penolakan petani tambak ikan terkait pembangunan padel di kawasan perumahan di Kelurahan Keputih.

“Karena bangunan padel tersebut tidak sesuai PBG (Persetujuan Pembangunan Gedung) yang dikeluarkan dinas, menjorok persis di tepi sungai,” ujar Aries.

Dikutip dari KOMPAS.com bahwa Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) telah memberikan surat pemanggilan kepada pengembang lapangan tersebut.

“Untuk TL (tindak lanjut)-nya, Minggu lalu sudah diberikan peringatan dari DPRKPP, kemarin siang, pengembang sudah dipanggil,” ucapnya.

Saat ini, kata Aries, pihak pengembang rela membongkar bagian lapangan padel yang menyerobot sungai. Kemudian, bangunan itu akan disesuaikan dengan izin yang sudah diberikan.

Camat Aries telah berkoordinasi dengan lurah Keputih agar informasi penyesuaian bangunan lapangan padel tersebut disampaikan kepada para petani tambak ikan.

“Mulai dilakukan pembongkaran bangunan yang melanggar untuk disesuaikan PBG. Untuk saat ini fokus pada pembongkaran atau penyesuaian bangunan yang melanggar,” jelasnya.

Seperti diketahui, petani tambak di Kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo, Surabaya, menolak pembangunan lapangan padel karena disebut menyerobot sempadan dan aliran sungai.

Petani tambak,  mengungkapkan total ada sekitar 1.300 hektare tambak ikan yang membentang di kawasan pesisir tersebut.

“Aliran sungai dan pesisir laut sekitar sini ada 1.300 hektare tambak, pengelola sekitar 160 orang dan ribuan petani tambak,” katanya.

Petani tambak Wahadi, menyebut ribuan hektare tambak tersebut bergantung pada aliran sungai yang ada di dekatnya. Sebab, kali tersebut berfungsi untuk menampung banjir dan air pasang laut.

“Sungai di sini fungsinya untuk mengalirkan air dari atas ke arah bawah muara, karena sodetan dari Sungai Jagir. Selain itu juga menampung aliran air laut ketika pasang,” ucapnya.

Tidak hanya petambak, warga juga mengeluhkan pembangunan lapangan padel di kompleks perumahan dekat tambak. Sebab, proyek itu dinilai telah menyerobot sungai.

“Dulu lebar sungai 8 meter, sekarang ini tinggal 4 meter. Selain itu, sempadan sungai di sisi kanannya juga sudah hilang, ini kan menyulitkan warga yang mau normalisasi sungai,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, berkurangnya luasan sungai juga bisa berdampak buruk bagi lahan tambak warga karena penampung banjir dan air pasangnya semakin menyusut.

“Pemukiman warga, jalan ini terendam, ketika hujan, ketika laut pasang terjadi bersamaan. Makanya kami petani tambak ikan di Kelurahan Keputih ini menolak dan protes,” jelasnya.
▪︎(HARIS/KMP)

Related Articles

Back to top button