Berita Utama

Proyek Jalan Pantura Dibeton, Digelontor Anggaran 251 Miliar

▪︎ BATANG – POSMONEWS.com,-
Pemerintah melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DIY, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), menggelontorkan anggaran sebesar Rp 251 miliar untuk proyek preservasi jalan nasional di ruas Pantura Batang–Pekalongan, Jawa Tengah.

Proyek ini akan mengubah konstruksi jalan dari aspal menjadi beton atau rigid pavement guna meningkatkan daya tahan jalan nasional.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN Jawa Tengah–DIY, Ridwan Umbara, mengatakan kontrak pekerjaan proyek tersebut telah resmi ditandatangani pada 15 Desember 2025. Dengan ditandatanganinya kontrak, proyek peningkatan permanen ruas strategis Pantura itu segera memasuki tahap pelaksanaan.

“Kami berharap proyek peningkatan permanen paket preservasi jalan ruas Pantura Pekalongan–Batang–Plelen dengan nilai sekitar Rp 251 miliar ini dapat segera direalisasikan,” ujar Ridwan.

Dalam paket pekerjaan tersebut, BBPJN akan melakukan rekonstruksi jalan sepanjang total 17 kilometer. Rinciannya, sekitar 14 kilometer berada di wilayah Kabupaten Batang dan 3 kilometer lainnya masuk kawasan Kota Pekalongan.

Proyek ruas Jalan Nasional Pantura Pekalongan – Batang dipastikan  dibeton sepanjang 17 kilometer dengan nilai anggaran mencapai Rp251 miliar. Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut dijadwalkan mulai berjalan pada awal 2026.

“Iya, kami sudah berkontrak tanggal 15 Desember kemarin untuk paket preservasi jalan Pekalongan – Batang dengan nilai sekitar Rp 251 miliar,” katanya dikutip dari berita.batangkab.go.id.

Dalam paket preservasi tersebut, penanganan utama berupa rekonstruksi perkerasan jalan dari aspal menjadi perkerasan beton (rigid pavement). Total panjang jalan nasional yang akan direkonstruksi mencapai 17 kilometer. Dari jumlah tersebut, sekitar 14 kilometer berada di wilayah Kabupaten Batang dan ruas BatangKendal, sedangkan 3 kilometer lainnya berada di wilayah Kota Pekalongan.

Ridwan menjelaskan, saat ini proyek telah memasuki tahap awal berupa survei lapangan dan pengukuran teknis.

“Kami sekarang sudah masuk tahap survei dan pengukuran, jadi teman-teman mungkin sudah melihat aktivitas di lapangan,” jelasnya.

Ridwan menyebutkan, BBPJN menargetkan sebagian hasil penanganan jalan sudah dapat dirasakan masyarakat sebelum arus mudik Lebaran 2026. Salah satu ruas yang menjadi prioritas awal adalah Jalan Jenderal Sudirman di dalam Kota Batang.

“Di Jalan Sudirman akan kami tangani dulu sebagian sepanjang sekitar 700 meter. Selain itu, betonisasi juga akan dilakukan di tiga hingga empat titik strategis di ruas BatangKendal, dengan prioritas utama pada jalur menuju Semarang yang memiliki peran vital sebagai jalur mudik,” terangnya.

Sedangkan menjadi prioritas arah ke Semarang karena akan digunakan sebagai jalur mudik. Untuk pelaksanaan pekerjaan fisik, Ridwan menyebut proyek ditargetkan mulai minggu ketiga Januari 2026, atau paling lambat akhir bulan tersebut.

“Target kami minggu ketiga Januari ini sudah mulai fisik, paling lambat akhir bulan,” ungkapnya.

Proyek betonisasi Jalan Pantura ini merupakan proyek multiyears dengan durasi pelaksanaan selama 18 bulan, hingga Juli 2027. Pelaksanaan sampai Juli 2027 karena memang ini proyek multi years.

“Betonisasi Jalan Pantura Pekalongan – Batang diharapkan mampu meningkatkan daya tahan jalan nasional terhadap beban lalu lintas berat yang selama ini menjadi penyebab utama kerusakan jalan. Ruas tersebut dikenal memiliki intensitas kendaraan berat yang tinggi, terutama angkutan industri dan logistik,” harapnya.

Dengan konstruksi beton, umur layanan jalan diharapkan lebih panjang, meminimalkan kerusakan berulang, serta meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.▪︎(FEND)

Related Articles

Check Also
Close
Back to top button