Dinas PUSDA: Proyek Embung Lampaui Target, Tambah 9 Unit

▪︎ BOJONEGORO – POSMONEWS.com,-
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Bojonegoro, terus mengoptimalkan pembangunan embung dan jaringan irigasi pertanian sebagai langkah strategis menjaga ketersediaan air di musim kemarau serta mendukung target swasembada pangan daerah.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Bojonegoro, Helmy Elisabeth, menyampaikan bahwa pengelolaan jaringan irigasi menjadi kewenangan pihaknya, sementara ketersediaan air melibatkan koordinasi dengan Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA).
Helmy mengungkapkan bahwa Bojonegoro memiliki 433 embung. Selain mengoptimalkan fungsi embung, Pemkab juga melakukan normalisasi embung yang mengalami sedimentasi agar fungsinya tetap maksimal.
Untuk menjamin keberlanjutan ketersediaan air irigasi, Helmy mengimbau para kepala desa agar mengajukan proposal pembangunan embung baru ke Pemkab Bojonegoro. Salah satu syarat utama adalah penyediaan tanah kas desa sebagai lokasi pembangunan embung.
Dari informasi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (DPU SDA) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, proyek pembangunan infrastruktur penampungan air (embung) di Kabupaten Bojonegoro, pada akhir tahun 2025 tercatat melampaui target yang telah ditetapkan.
Seluruh program pembangunan dan normalisasi embung dinyatakan rampung 100 persen.
“Alhamdulilah, semua sudah selesai 100 persen dan bahkan melampaui target,” kata Ardian, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (DPU SDA) Kabupaten Bojonegoro, kemarin.
Ardian menjelaskan, pada awal perencanaan, pembangunan embung baru ditargetkan sebanyak 7 unit. Namun dalam pelaksanaannya, jumlah embung baru yang berhasil dibangun mencapai 9 unit.
Sedangkan kegiatan normalisasi embung, target awal sebanyak sembilan lokasi berhasil direalisasikan hingga 23 lokasi.
“Untuk embung-embung itu, semuanya tersebar di berbagai desa di wilayah Kabupaten Bojonegoro,” terangnya.
Dengan selesainya seluruh proyek tersebut dan bertambahnya lokasi penampungan air, masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat secara langsung.
Seperti diketahui keberadaan embung dinilai penting sebagai upaya menjaga ketersediaan air, terutama di sektor pertanian.
“Khususnya pada musim kemarau, embung-embung ini dapat menjadi cadangan air bagi para petani. Selain itu, pada musim penghujan juga dapat menampung air sehingga mengurangi risiko kerusakan akibat air,” kata Ardian.
Guna memastikan embung dapat berfungsi optimal ke depan, DPU SDA Kabupaten Bojonegoro akan melakukan pemantauan secara berkala. Salah satu upaya yang dilakukan melalui pendataan inventaris embung yang telah dibangun maupun dinormalisasi.
“Kita memiliki rutinitas pemantauan, salah satunya dari data inventaris yang kita miliki. Dari data tersebut, kita bisa mengecek kapan embung perlu dilakukan normalisasi dan sebagainya,” terang Ardian.
Ardian menambahkan, partisipasi pemerintah desa juga cukup aktif dalam menjaga keberlanjutan fungsi embung. Desa-desa yang memiliki embung secara rutin mengajukan permohonan penanganan apabila dibutuhkan.
“Tak hanya itu, rata-rata desa yang memiliki embung sudah aktif melakukan permohonan jika embung di daerahnya membutuhkan penanganan,” pungkasnya.▪︎ (FEND)




