Rapat Konsolidasi Program Prioritas Nasional KMP dan MBG
▪︎SURABAYA – POSMONEWS.com,-
Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, bersama Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Ir. Tomie Herawanto, menghadiri Rapat Konsolidasi Satgas Nasional, Satgas Provinsi, serta Satgas Kabupaten/Kota terkait Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan MBG.
Kegiatan ini diikuti oleh Bupati/Wali Kota se-Jawa Timur beserta seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur. Rapat diselenggarakan di Ruang Rapat Hayam Wuruk, Gedung Setda Provinsi Jawa Timur, Kamis (21/8) siang.
Rapat konsolidasi tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Dr. (H.C.) H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M., Menteri Koperasi dan UKM RI, Budi Arie Setiadi, Wakil Menteri PAN-RB RI, Purwadi Arianto, Gubernur Jawa Timur, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Sos., Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc., serta Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono.
Kehadiran para pimpinan pusat maupun daerah ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat implementasi program prioritas di tingkat desa dan kelurahan, khususnya dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui koperasi.
Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa koperasi desa dan kelurahan memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
“Koperasi desa dan kelurahan harus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Melalui program Merah Putih dan MBG, kita ingin memastikan masyarakat desa memiliki akses yang lebih luas terhadap sumber daya ekonomi, peningkatan kapasitas, serta penguatan kelembagaan,” ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam penguatan program pangan berbasis desa.
“Ketahanan pangan nasional tidak bisa dilepaskan dari kekuatan desa. Dengan adanya konsolidasi ini, kita ingin membangun ekosistem yang kokoh, mulai dari hulu hingga hilir, agar desa mampu menjadi benteng ketahanan pangan Indonesia,” tegas Menko Pangan Zulhas.
Hal senada disampaikan Menteri Koperasi dan UKM RI, Budi Arie Setiadi, yang menegaskan perlunya transformasi koperasi agar lebih adaptif terhadap perubahan zaman. “Koperasi desa tidak boleh dipandang tradisional. Harus modern, adaptif, dan mampu menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan yang berdaya saing,” tegasnya.
Selain penguatan ekonomi, rapat juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang anak dan menekan angka stunting. Program ini dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing global.
Dengan adanya konsolidasi ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa program prioritas nasional benar-benar berjalan efektif di lapangan. Sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota diharapkan mampu mempercepat pencapaian tujuan pembangunan, terutama dalam bidang ketahanan pangan, penguatan koperasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Melalui forum ini, pemerintah berkomitmen memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, sehingga Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan MBG dapat berjalan efektif, terukur, serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. ▪︎(AHM/Dhe)

