Berita Utama

Potensi Tunjangan Sertifikasi Guru Bakal Dikaji Ulang

▪︎Mendikdasmen Sebut Kredit
Lebih Meningkat dan Kualitas Mengajar

▪︎JAKARTA – POSMONEWS.com,-
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyinggung soal tunjangan sertifikasi guru yang selama ini meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik. Bukan soal rencana kenaikan, justru peringatan keras yang disampaikan.

Tujuan pemberian tunjangan sertifikasi selain kesejahteraan guru juga untuk meningkatkan kualitas mengajar.

Namun Mendikdasmen menyebut masih banyak kualitas mengajar tidak lebih meningkat. Justru catatan kredit barang-barang konsumtif lebih meningkat dengan adanya tunjangan sertifikasi.

“Ketika dilakukan sertifikasi yang meningkat malahan kredit-kredit kebutuhan konsumtif bukan peningkatan kualitas mengajar,” kata Mu’ti dikutip klikpendidikan.id dari YouTube KEMENDIKBUD RI pada Jumat (25/10/24).

Sebelumnya, Mendikdasmen juga menyatakan bahwa akan mengkaji ulang beberapa kebijakan dan regulasi strategis. Mulai dari kurikulum merdeka, sistem zonasi PPDB, hingga Ujian Nasional (UN).

Tidak menutup kemungkinan termasuk tunjangan sertifikasi juga akan menjadi sasaran pengkajian ulang. Namun di sisi lain, munculnya peningkatan kredit yang dilakukan para guru penerima tunjangan sertifikasi bukan tanpa alasan. Tunjangan sertifikasi sering terjadi keterlambatan pencairan tidak sesuai jadwal.

Sehingga rencana belanja kebutuhan para guru yang tidak bisa ditunda terpaksa mengajukan kredit dengan harapan adanya tunjangan sertifikasi.

Seperti yang terjadi di Blitar, Jawa Timur, hingga saat ini guru penerima tunjangan sertifikasi belum mendapat pencairan.

“Kalau Triwulan II sudah, tapi Triwulan III masih dalam tahap pengajuan SKTP, belum cair,” kata salah satu guru di Blitar.

Fakta ini menunjukkan bahwa jika pengkajian ulang tunjangan sertifikasi dilakukan wajib mengevaluasi dua sisi. Baik sistem pemberian tunjangan sertifikasi dan para guru penerimanya.▪︎[ALAMS/AHM]

Related Articles

Back to top button