Berita

SELAMAT JALAN SAHABAT

▪︎In Memoriam: H. Misbachul Munir, HS

▪︎Lahir di Surabaya, 10 Maret 1966
▪︎Wafat di Surabaya, 12 Juli 2025

▪︎SURABAYA – POSMONEWS.com,-
Dengan hati yang berduka namun penuh doa, kami mengiringi kepergian seorang sahabat, seorang ayah, seorang suami —H. Misbachul Munir, HS, yang wafat dalam keadaan husnul khatimah pada hari Sabtu sore, 12 Juli 2025, karena sakit yang dideritanya.

Almarhum wafat dalam usia 59 tahun, meninggalkan seorang istri dan dua orang anak yang menjadi saksi dari cinta, ketulusan, dan pengabdian tanpa pamrihnya selama hidup.

▪︎Pekerja Keras

Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai pribadi yang pekerja keras, religius, dan peramah. Ia tidak hanya membangun relasi profesional, tapi juga persahabatan yang tulus dan hangat. Itulah sebabnya ia memiliki banyak teman, dari berbagai kalangan.

Kariernya dimulai dari dunia advertising/ periklanan. Ia pernah menjadi manager iklan di beberapa Mingguan Grup Jawa Pos, Tabloid Gugat, Tabloid Nurani, dan Tabloid Posmo. Selama ia bekerja di perusahaan tersebut, ia selalu berhasil menyelesaikan tugas sesuai target perusahaan.

Setelah mendekati pensiun, almarhum mengabdikan diri sebagai pimpinan panti asuhan anak yatim—menjadi ayah bagi yang kehilangan ayah. Bersama sang istri, ia juga mengajar ibu-ibu di lingkungan rumahnya untuk membaca dan menulis Al-Qur’an, dengan penuh kesabaran dan cinta.

▪︎Dua Kali Haji

Sebelum berpulang, almarhum telah menunaikan ibadah haji untuk yang kedua kalinya, kali ini bersama istri tercinta. Sebelumnya, ia pernah berhaji sendiri, namun untuk yang kedua ini ia ingin berangkat bersama pasangan hidupnya.

Sebelum keberangkatan, almarhum sempat bersilaturahim ke sahabat-sahabatnya, termasuk kepada H. A. Bajuri, pimpinan travel umrah dan haji, untuk meminta nasihat, pembekalan manasik, dan pengurusan dokumen seperti paspor.

Meski sedang mengidap diabetes melitus, almarhum tetap optimis dan dinyatakan memenuhi syarat istitoah. Ia pun berangkat pada 6 Mei 2025, dan pulang pada 17 Juni 2025, dengan seluruh rangkaian ibadah haji dijalani penuh kekhusyukan—bahkan beberapa dilakukan dengan bantuan kursi roda. Namun semangatnya tak pernah padam.

Sekembalinya dari tanah suci, almarhum tampak bahagia, penuh tawa dan semangat saat bercerita kepada para tamu yang berdatangan. Hingga akhirnya, takdir menjemputnya secara mendadak pada sore itu.

▪︎Pertemuan di Surga

Almarhum dimakamkan di kampung halamannya, Lengkong, Lamongan. Di rumah duka, Jl. Pagesangan 32 Surabaya, sang istri, Nurul Jannah, dengan suara tertahan menyampaikan,

▪︎”Mohon maafkan kesalahan suami kami…”

Sebuah kalimat sederhana namun dalam, penutup perjalanan seorang manusia yang mengabdikan hidupnya untuk sesama, untuk ilmu, dan untuk Allah.

Selamat jalan, sahabatku…
Terima kasih atas teladan kesederhanaan dan pengabdianmu.
Semoga Allah membalas semua amalmu, mengampuni dosa-dosamu, dan menerimamu masuk surga melalui pintu haji dan umrah. Allahummagfir lahu. Alfatihah.▪︎ (bjr)

Related Articles

Back to top button