Berita

KKSB, Bukti SMP PGRI 1 Buduran Sekolah Swasta Terbaik

▪︎SIDOARJO – POSMONEWS.com,-
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Dr. Tirto Adi, M.Pd mengatakan, SMP PGRI 1 Buduran merupakan salah satu sekolah swasta terbaik di Kabupaten Sidoarjo.

Buktinya, sekolah ini merupakan satu-satunya SMP swasta yang dipercaya oleh dinas untuk menyelenggarakan KKSB (Kelas Khusus Seni Budaya).

“Dulu, SMP PGRI 1 Buduran sangat terkenal dengan grup campur sarinya, yang secara rutin berkala tampil siaran langsung di TVRI Jawa Timur Surabaya. Branding yang satu ini, mohon bisa terus dilanjutkan. Tujuannya supaya sekolah ini tetap bisa survive, bahkan eksis,” ujarnya saat memberikan sambutan pada acara Pelepasan Lulusan ke-44 Siswa Kelas IX SMP PGRI 1 Buduran Tahun Ajaran 20024/2025 di Rafflesia Ballroom Fave Hotel Sidoarjo, Rabu (25/6/2025).

Acara yang mengusung tema “Berbekal Budi Pekerti dan Kompetensi Raih Prestasi dan Berdikari”, ini dihadiri Kadis Dikbud Kabupaten Sidoarjo, Dr. Tirto Adi, M.Pd; pengawas SMP Dinas Dikbud Kabupaten Sidoarjo, Abdul Gofur, S.Pd, M.Pd; Ketua Perwakilan YPLP PGRI Kabupaten Sidoarjo, Suprapto, S.Pd, M.Pd; Ketua Komite SMP PGRI 1 Buduran, Kharis Maftuqin, SE; dan Kades Siwalanpanji, Achmad Choiron, SE, serta Kepala SMP PGRI 1 Buduran, Indrajayanti Ratnaningsih, S.Si, M.Pd, Gr.

Menurut Tirto Adi, para siswa SMP PGRI 1 Buduran yang mempunyai bakat dan minat khusus seni yang sudah dibina dengan baik, bisa menjadi duta-duta Kabupaten Sidoarjo untuk mengikuti berbagai kompetisi atau perlombaan di bidang seni budaya. Meliputi seni rupa, seni musik, dan seni tari.

Kalau dulu namanya FLS2N (Festival Lomba Seni Siswa Nasional), sekarang berubah menjadi FLS3N (Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional).
Disebutkan, bahwa di SMP negeri dan swasta di Kabupaten Sidoarjo juga ada KKO (Kelas Khusus Olahraga).

Untuk memfasilitasi pengembangan bakat dan minat siswa di bidang olahraga. Arahnya, para siswa bisa mengikuti O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional).

“Alhamdulillah Kabupaten Sidoarjo pernah menjadi Juara 1 GSI (Gala Siswa Indonesia) tingkat nasional, yaitu kompetisi cabang olahraga sepak bola,” katanya.

Khusus untuk para siswa yang dilepas, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo mengucapkan selamat dan sukses. Berpesan, agar anak-anak bangga dengan almamaternya. Jangan merasa rendah diri, tapi harus tetap rendah hati (andap asor). Meskipun berprestasi, jangan ujub (sombong).

“Pesan saya kepada anak-anak, harus tetap melanjutkan sekolah. Bisa ke SMA/SMK/MA/pondok pesantren. Intinya bisa melanjutkan pendidikan. Sebab, menurut riset, semakin tinggi pendidikan seseorang, maka akan semakin sukses ke depannya. Jangan minder, meski dari SMP swasta. Saat sekolah dulu SMP saya swasta, namun sekarang bisa menjadi kepala dinas. Saya doakan semoga lulusan SMP PGRI 1 Buduran kelak juga bisa menjadi kepala dinas,” jelasnya.

Menurutnya, jika akan melanjutkan sekolah hambatannya adalah biaya, ada solusinya. Pemkab Sidoarjo telah menyediakan beasiswa untuk 10.000 orang per tahun atau 4.000 orang per bulan, untuk warga Sidoarjo yang tidak mampu dan juga yang berprestasi. Selain itu, dari pemerintah juga sudah ada BOS (Bantuan Operasional Sekolah), baik Bosda (BOS Daerah) maupun Bosreg (BOS Reguler), serta Boskin (BOS Kinerja).

Selanjutnya, Tirto Adi yang penggiat literasi ini menyampaikan pesan khusus kepada para siswa yang lulus dan dilepas. Di antaranya: (1) ilmu itu didapatkan dengan belajar, karena itu anak-anak harus terus bersekolah, termasuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya; (2) ilmu itu penting, namun yang lebih penting lagi adalah akhlak (budi pekerti); (3) ilmu itu supaya diamalkan, supaya kemanfaatannya bisa diraih; (4) ilmu supaya barokah, maka siswa harus taat kepada orang tua dan guru.

“Semoga menjadi anak-anak yang sholih dan sholihah,” tambahnya.

Sebelumnya, pengawas SMP Dinas Dikbud Kabupaten Sidoarjo, Abdul Gofur, S.Pd, M.Pd memimpin doa khusus bersama untuk mendoakan almarhum Drs. H. Abdul Sjukur, MM, pendiri SMP PGRI 1 Buduran yang belum lama ini wafat, kembali  rahmah Allah SWT.

“Doa terbaik untuk Abah Abdul Sjukur, semoga  husnul khotimah,” ujarnya.

Ketua Perwakilan YPLP PGRI Kabupaten Sidoarjo, Suprapto, S.Pd, M.Pd menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah, panitia, dan para siswa, serta para orang tua/wali siswa. Sehingga, acara bisa dilaksanakan dengan sangat baik.

“Acara ini merupakan moment yang baik untuk mengungkapkan rasa syukur dengan kelulusan oara siswa yang sudah belajar selama 3 tahun di sekolah. Sekaligus moment penyerahan kembali siswa dari pihak sekolah kepada orang tua/wali siswa,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Suprapto juga mengingatkan akan 7 kebiasaan anak Indonesia Hebat, yakni: (1) bangun pagi; (2) beribadah; (3) berolahraga; (4) makan makanan sehat bergizi; (5) gemar belajar; (6) bermasyarakat; (7) tidur cepat.

“Kebiasaan ini bisa menjadi budaya dan karakter, sehingga anak-anak kita bisa tumbuh kembang dengan baik,” tambahnya.

Secara spesial, Kepala SMP PGRI 1 Buduran, Indrajayanti Ratnaningsih, S.Si, M.Pd membacakan puisi hasil karya sendiri sebagai ungkapan khusus kepada para siswa yang lulus dan dilepas. Disambung dengan testimoni perwakilan orang tua/wali siswa yang diwakili oleh Pipit Setyawati, S.ST. Terpilih sebagai siswa lulusan terbaik: M. Bagas Juniarto, Natasya Cahaya Putri, dan Rajak Faizi Hermawan.

Dalam acara tersebut juga dimeriahkan dengan berbagai tampilan seni dan budaya. Di antaranya: tari tumpeng bandeng asap, grup band siswa, grup band guru, dan paduan suara.
▪︎(Koesmoko, Humas SMP PGRI 1 Buduran)

Related Articles

Back to top button