Sukses Tekan Banjir, Kudus Usulkan Kolam Retensi Baru

▪︎KUDUS – POSMONEWS.com,-Keberhasilan kolam retensi di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus dalam mengurangi risiko banjir menjadi acuan penting bagi pemerintah daerah untuk memperluas pembangunan infrastruktur serupa di wilayah rawan lainnya.
Efektivitas kolam seluas 5 hektare dengan daya tampung 200.000 meter kubik ini terbukti mampu meredam hingga 80 persen dampak banjir tahunan yang kerap melanda Kecamatan Jati dan Kota Kudus.
Keberhasilan ini mendorong Pemerintah Kabupaten Kudus mengajukan pembangunan kolam retensi tambahan di empat lokasi strategis yang kerap terdampak banjir.
“Kami telah mengusulkan pembangunan kolam retensi di empat titik rawan banjir kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia,” ujar Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, usai menghadiri rapat paripurna DPRD Kudus terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2024.
Empat titik yang diajukan tersebut meliputi wilayah Kecamatan Mejobo, Desa Bulungcangkring, Kecamatan Kaliwungu, dan Desa Blimbing.
Menurut Sam’ani, wilayah-wilayah itu termasuk dalam kawasan yang dulunya merupakan rawa-rawa dan kini berisiko tinggi terdampak genangan air saat musim hujan. Beberapa desa lain yang juga tergolong rawan antara lain Pasuruan, Gulang, Karangrowo, Kirig, dan Banget.
Pengajuan proyek kolam retensi ini dilakukan melalui aplikasi Si Pura, platform pengusulan infrastruktur daerah yang akan dikaji lebih lanjut oleh Kementerian PUPR, Bappenas, serta Kementerian Keuangan.
Keberadaan kolam retensi di Jati Wetan juga dilengkapi lima unit pompa air berkapasitas masing-masing 5.000 liter per detik. Pompa ini memungkinkan air langsung dialirkan ke Sungai Wulan tanpa perlu menunggu debit sungai menurun, sehingga proses pembuangan air dapat berlangsung kapan pun diperlukan.
Upaya ini menunjukkan keseriusan Pemkab Kudus dalam mengantisipasi banjir dan memperkuat ketahanan wilayah terhadap bencana hidrometeorologi, khususnya di tengah perubahan iklim yang makin ekstrem.
Sementara, Anggota Fraksi PKS DPRD Kabupaten Kudus, Hj Umi Bariroh, menegaskan pembangunan kolam retensi di wilayah Kecamatan Mejobo dinilai sangat penting. Hal ini lantaran persoalan banjir di wilayah Kecamatan Mejobo sampai saat ini belum kunjung bisa diselesaikan.
“Melihat efektifitas kolam retensi yang ada di Kecamatan Jati, maka kami berharap agar Pemkab juga memprioritaskan pembangunan kolam retensi di wilayah Kecamatan Mejobo,” ujarnya.▪︎[FEND]


