Berita

Peringati Hardiknas, SMP PGRI 1 Buduran Kenang Ki Hajar Dewantara

▪︎SIDOARJO – POSMONEWS.com,-
Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Jum’at, tanggal 2 Mei 2025 di SMP PGRI 1 Buduran, diisi dengan kegiatan upacara bendera dan lomba menggambar Ki Hajar Dewantara (RM Suwardi Suryaningrat), Bapak Pendidikan Nasional Republik Indonesia.

Kedua kegiatan tersebut dimaksudkan untuk mengajak para siswa mengenang jasa Ki Hajar Dewantara, sekaligus mewarisi nilai-nilai perjuangannya.
Kepala SMP PGRI 1 Buduran, Indrajayanti Ratnaningsih, S.Si, M.Pd, Gr. mengatakan, dengan mengenang dan mewarisi nilai-nilai perjuangan Ki Hajar Dewantara, diharapkan para siswa bisa tertanam karakter yang baik.

Meneladani dan mewujudkan cita-cita pendidikan nasional yang pernah dicetuskan oleh Bapak Pendidikan Nasional tersebut.

“SMP PGRI 1 Buduran selalu berkomitmen untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, dengan selalu memperingati hari-hari besar nasional. Para siswa supaya bisa tertanam rasa nasionalisme dan patriotisme. Apalagi pada moment Hardiknas kali ini, sebagai salah satu hari bersejarah yang istimewa di bidang pendidikan,” katanya.

Sementara itu, pembina upacara bendera peringatan Hardiknas SMP PGRI 1 Buduran, Koko Tri Setyo Raharjo, S.Pd, M.Pd menyampaikan, dengan memperingati Hardiknas tersebut merupakan indikator bahwa para siswa memahami sekaligus bersemangat untuk belajar sejarah pendidikan nasional dengan baik dan meneladani Ki Hajar Dewantara.

“Hari Pendidikan Nasional tidak bisa dipisahkan dengan sosok Ki Hajar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Perjuangan dan jasanya supaya bisa dikenang bagi generasi penerus bengsa, khususnya para siswa. Supaya bisa mengisi kemerdekaan dengan belajar sebaik-baiknya penuh semangat untuk bisa meraih cita-cita,” katanya.

Menurutnya, para siswa supaya mengingat dan memahami semboyan Ki Hajar Dewantara: ing ngarsa sung tuladha (di depan memberi contoh), ing madya mangun karsa (di tengah membangun cita-cita), dan tutwuri handayani (di belakang memberikan motivasi). Demikianlah nilai-nilai yang harus diteladani dari Bapak Pendidikan Nasional tersebut.

Selanjutnya, Pak Kokon yang guru Bahasa Indonesia itu membuat perumpamaan dengan membandingkan mata uang lembaran 2 ribuan dengan lembaran 100 ribuan.

Saat ditawarkan kepada para siswa peserta upacara: lebih menarik mana antara 2 nominal uang lembaran tersebut, sontak anak-anak menjawab memilih yang lembaran 100 ribuan.

“Itu sebagai gambaran bahwa para siswa harus punya nilai yang lebih, supaya kelak banyak dicari orang karena kemampuan/kompetensinya. Berbeda dengan orang yang punya kemampuan biasa-biasa saja, pasti kurang menarik alias kurang dicari orang di dunia kerja. Oleh karena itu, mohon anak-anak untuk lebih bersemangat belajar/menuntut ilmu supaya menguasai banyak kompetensi,” jelasnya.

Sementara itu, lomba menggambar Ki Hajar Dewantara diikuti oleh para siswa kelas VII dan VIII dengan ditunggui oleh wali kelasnya masing-masing. Dengan perlengkapan: pensil, penghapus, rautan, penggaris, pensil warna/krayon, serta print out gambar/foto Ki Hajar Dewantara sebagai contoh.
▪︎(Koesmoko, Humas SMP PGRI 1 Buduran)

Related Articles

Back to top button