Berita Utama

Pasca Longsor, Jalur Pacet Kembali Dibuka

▪︎MOJOKERTO – POSMONEWS.com,-
Gotong royong serta kerjasama solid yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Provinsi Jawa Timur dengan berbagai pihak, dalam menangani bencana tanah longsor di Jalan Raya Sumber Brantas, Pacet, Mojokerto berbuah positif.

Tepat dua puluh hari pasca kejadian bencana, ruas jalan tersebut telah siap dibuka kembali untuk umum mulai Rabu (23/4), dengan jam terbatas yakni pukul 05.00 – 18.00 dengan alasan keamanan.

Kepastian pembukaan jalan itu setelah tuntasnya pekerjaan pembersihan material longor, pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT), serta pekerjaan soil bioengineering yang dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Jalan dan Jembatan (UPT PJJ Mojokerto) Dinas PU Bina Marga Jatim, serta dilanjutkan dengan uji coba pembukaan jalan secara terbatas, kemarin.

“Alhamdulillah, mulai besok Ruas Jalan Raya Sumber Brantas, Pacet, Kabupaten Mojokerto, telah siap digunakan kembali. Terima kasih atas seluruh tenaga, waktu, dan kerjasama yang luar biasa dari seluruh pihak,” kata Kepala UPT PJJ Mojokerto Dinas PU Bina Marga Jatim, Ir. Alief Akbari, S.T., M.M., saat ditemui di lokasi.

Alief menjelaskan, proses dibukanya kembali ruas jalan ini cukup panjang. Diawali sejak mendapat informasi terjadinya longsor pada Kamis (3/4), pihaknya langsung mengirimkan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) dan peralatan berat yaitu PC75 untuk membersihkan material longsor.

Selain UPT PJJ Mojokerto, UPT PJJ Malang juga turut mengirimkan wheel loader untuk mempercepat pembersihan tersebut.

Memasuki hari keempat, yakni Selasa (7/4), imbuh Alief, pekerjaan dilanjutkan dengan perbaikan struktur tanah untuk mencegah erosi. Adapun tingginya 70 meter dengan panjang 35 meter di area terdampak tanah longsor.

Sehingga fokus utama pekerjaan yang dilaksanakan adalah memasang Tembok Penahan Tanah (TPT), mulai galian sampai pembangunan TPT setingi 3 meter.

Selanjutnya pada Jumat, (11/4) dilaksanakan pekerjaan soil bioengineering untuk mengembalikan atau menormalisasi lereng seperti semula.

Adapun pekerjaan ini menggunakan bambu yang dipasang sedemikian rupa untuk menyesuaikan lereng yang sudah ada (eksisting). Setelah soil bioengineering tuntas, dilanjutkan dengan menanam vegetasi sekitar atau menggunakan rumput vetiver.

“Sesuai instruksi Gubernur Khofifah, kami terus berupaya mempercepat penanganan longsor ini semaksimal mungkin. Alhamdulillah, seluruh kerja keras itu berbuah manis. Kami juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, baik dari BPBD, Tahura, kepolisian, TNI, relawan, dan masyarakat yang saling bahu-membahu demi kelancaran penanganan ini,” pungkasnya.▪︎(FEND)

Related Articles

Back to top button