Berita

Kolaborasi Swasta – Pemerintah  Pengelolaan TPST Teknologi RDF

▪︎JATIM – POSMONEWS.com,-
Direktur Jenderal Cipta Karya, Dewi Chomistriana, bersama Direktur Sanitasi, Tanozisochi Lase, dan Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur, Airyn Saputri Harahap, melakukan kunjungan kerja ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Samtaku di Kabupaten Bangkalan dan TPST Lestari PIER Kabupaten Pasuruan.

Tujuan dari kegiatan ini untuk melihat secara langsung proses pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan mulai dari proses pemilahan, daur ulang, serta pengolahan sampah organik dan anorganik yang telah berhasil di kelola oleh pihak swasta bekerjasama dengan pemerintah daerah.

Dalam kesempatan itu Dewi menyampaikan, jenis karakteristik sampah di TPST Samtaku merupakan sampah tercampur dengan kadar air yang tinggi sehingga perlu adanya percepatan pengumpulan sampah dari sumber untuk meminimalisir pembusukan sampah yang menghasilkan bau sedangkan sampah di TPST Lestari PIER cenderung kering karena komposisi sampah organik yang sedikit oleh karena itu rangkaian alat yang digunakan terdapat perbedaan.

Dewi berharap, kunjungan ini dapat memberikan wawasan mendalam mengenai pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan, sehingga dapat menjadi inspirasi dalam mengembangkan sistem serupa di daerah lain.

Optimalisasi kapasitas TPST, baik Samtaku maupun Lestari, diharapkan dapat berjalan lancar dengan peningkatan armada pengangkutan dan pengumpulan sampah, sehingga sampah dapat dikelola lebih cepat dan efisien.

Pengolahan sampah TPST Samtaku dan TPST Lestari yang menggunakan Teknologi Refused Derive Fuel (RDF) dibangun dengan kapasitas 120 ton/hari  untuk mengelola untuk mengolah sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga.

Sedangkan TPST Samtaku dan TPST Lestari ini bekerjasama dengan dapat menghasilkan RDF hingga 60?ri total volume sampah masuk, dimana  PT Reciki Solusi Indonesia sebagai pengelola serta PT Semen Indonesia Gresik (SIG) dan Indocement sebagai offtaker.

RDF merupakan teknologi yang baik untuk dapat dikembangkan di Indonesia untuk mengatasi masalah sampah.

Secara ekonomi RDF dapat menambah nilai ekonomi karena memanfaatkan sampah yang sebelumnya tidak berharga. RDF juga dapat membuka peluang kerja baru di industri pengelolaan sampah. salah satunya dapat menghasilkan bahan bakar
alternatif yang dapat digunakan di berbagai industri.

Sinergi antara pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik demi lingkungan yang bersih dan sehat.▪︎[FEND]

Related Articles

Back to top button