Menteri PUPR: Kereta Otonom IKN segera Dioperasikan

▪︎JAKARTA – POSMONEWS.com,-
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), segaligus Plt Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, kereta otonom segera dioperasikan untuk melayani antar-jemput tamu dan masyarakat yang mengikuti perayaan upacara HUT 79 Kemerdekaan RI di IKN.
Hal itu diungkapkan Menteri Basuki, saat meninjau uji coba kereta otonom atau Autonomous Rail Transit (ART) di Jalan Sumbu Kebangsaan, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Ibu Kota Nusantara (KIPP IKN), Kalimantan Timur, kemarin.
“Ada dua rangkaian kereta dan masing-masing rangkaian memiliki tiga gerbong. Satu gerbong dapat memuat 100 orang, jadi total kapasitas penumpangnya 300 orang. Kecepatannya bisa sampai 70 km/jam,” kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulis.
Kereta otonom yang beroperasi di IKN, kata Menteri Basuki, merupakan moda transportasi massal berupa kereta berbasis elektrik yang tidak memerlukan rel konvensional. Kereta ini menggunakan sistem pandu otomatis yang mengikuti marka khusus yang telah terpasang di jalan.
Untuk skema penjemputannya, tandas Menteri Basuki, pemerintah akan menyiapkan bus listrik untuk mengantar tamu ke halte penjemputan ART terdapat empat halte yang akan siap pada 15 Agustus 2024 nanti.
“Halte penjemputan untuk masyarakat ada di halte Sumbu Barat, halte Hotel Nusantara, halte Bank Indonesia, dan halte Grande. Harus tertib naik di halte semua, tidak boleh naik dari sembarang tempat,” ujarnya.
Selama masa uji coba mulai Agustus hingga Desember 2024, operasionalisasi ART ini menggunakan pengemudi untuk agar sistem kereta dapat menyesuaikan rute perjalanan yang dilalui di KIPP IKN.
Menteri PUPR menyatakan sedikitnya ada empat halte penjemputan untuk melayani masyarakat yang ingin menaiki kereta otonom tersebut.
“Kereta otonom tidak dapat menjemput masyarakat secara sembarangan. Oleh karena itu menyiapkan halte penjemputan.
Soal skema penjemputan tamu kenegaraan,” papar Menteri Basuki.
Pak Bas–sapan akrab Menteri PUPR berharap agar para penumpang kereta otonom dapat tertib, sebagaimana masyarakat menggunakan transportasi umum lainnya seperti MRT.
“Memang harus tertib semua. Di tempat-tempat tertentu saja jemputnya,” ujar pungkas Menteri Basuki.
Sementara itu Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Mohammed Ali Berawi, mengatakan kereta akan dioperasikan secara manual atau menggunakan pengemudi untuk melayani antar-jemput tamu pada perayaan HUT 79 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Nantinya, kata Ali, kereta otonom bakal membutuhkan waktu untuk menyesuaikan dengan rute perjalanan. Oleh sebab itu, pada masa commission atau uji coba selama Agustus hingga Oktober nanti, kereta otonom akan menggunakan pengemudi untuk mempelajari dan memasukkan data terkait rute perjalanan.▪︎[FEND]


