Menyambut Puasa Ramadan 1447 H, Baznas Jatim dengan Kegembiraan

▪︎ JATIM – POSMONEWS.com,-
Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Baznas Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan dengan menyalurkan bantuan kepada ratusan penerima manfaat, Selasa (17/2).
Kegiatan, yang menjadi bagian dari tradisi megengan di Jawa Timur ini. Dilaksanakan di Masjid Raya Islamic Center Surabaya, tepatnya di sektor Dukuh Pakis. Dengan melibatkan 850 Bunda ojek online (Ojol) yang mengikuti pawai.
Selain itu, Baznas juga mengundang jamaah pengajian binaan Masjid Raya Islamic Center, yakni Jamaah Qolbun Salim dan Jamaah Pengajian Wanita Islamic Center, dengan total 455 orang.
Ketua Baznas Jatim, KH Ali Maschan Moesa, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menghadirkan kebahagiaan dan kesejahteraan bagi para Bunda Ojol dan jamaah pengajian menjelang Ramadan.
“Kegiatan ini terinspirasi dari ajaran Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan umat Islam menyambut Ramadan dengan kegembiraan yang dibuktikan melalui sedekah. Marhaban ya Ramadan. Di Jawa Timur ada tradisi megengan, menyambut Ramadan dengan sedekah. Nabi mengajarkan ketika Ramadan datang harus senang, tapi harus dibuktikan dengan sedekah,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Baznas Jatim menyalurkan bantuan berupa paket sembako dan uang tunai kepada ratusan penerima manfaat, terutama Bunda Ojol dan kelompok masyarakat kurang mampu. Setiap penerima mendapatkan paket sembako serta bantuan uang tunai berkisar antara Rp200 ribu hingga Rp450 ribu.
Ali Maschan menyebut total dana yang disalurkan dalam kegiatan ini mencapai sekitar Rp200 juta hingga Rp220 juta. Penyaluran tersebut merupakan bagian dari program rutin Baznas Jatim yang difokuskan pada penguatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat menjelang Ramadan.
Selain bantuan langsung, Baznas Jatim juga menjalankan berbagai program sosial berkelanjutan. Program tersebut meliputi bantuan pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu sebesar Rp2 juta per semester, bantuan renovasi rumah tidak layak huni hingga Rp20 juta, serta santunan rutin bagi santri yatim dan masyarakat tidak berdaya sebesar Rp600 ribu.
Tak hanya itu, Baznas Jatim menyediakan bantuan modal usaha bagi pelaku usaha kecil seperti pedagang cilok, penjual makanan keliling, hingga warga yang membutuhkan gerobak usaha. Bagi masyarakat yang terlilit utang dan kesulitan ekonomi, Baznas juga membuka akses bantuan untuk mendorong mereka kembali produktif.
“Menjelang Ramadan prioritas kita adalah sedekah. Uangnya dari para muzaki, kami hanya mengatur penyalurannya agar tepat sasaran,” kata Ali Maschan.
Untuk tahun 2026, Baznas Jatim menargetkan penghimpunan zakat sebesar Rp52 miliar. Hingga pertengahan Februari 2026, realisasi penghimpunan telah mencapai sekitar Rp47 miliar. Ali Maschan optimistis target tersebut dapat tercapai selama Ramadan, yang biasanya menjadi momentum meningkatnya donasi dari masyarakat.
“Tahun lalu realisasi sekitar Rp51 miliar. Tahun ini target Rp52 miliar dan sekarang sudah Rp47 miliar. Biasanya Ramadan banyak dermawan, jadi insyaallah target tercapai,” ujarnya.
Baznas Jatim mengandalkan berbagai sumber penghimpunan zakat, mulai dari kupon donasi, zakat pengusaha, hingga kontribusi aparatur sipil negara. Pada tahun lalu, penghimpunan melalui kupon donasi saja mencapai sekitar Rp4 miliar.
Selain fokus pada penyaluran di Jawa Timur, Baznas Jatim juga aktif menyalurkan bantuan kemanusiaan ke berbagai daerah dan luar negeri. Di antaranya bantuan untuk korban bencana di Sumatera serta bantuan kemanusiaan untuk Palestina yang nilainya mencapai miliaran rupiah.
Ali Maschan menegaskan, zakat yang disalurkan melalui Baznas memiliki kelebihan karena dapat menjadi pengurang pajak dan sebagian besar dana kembali ke instansi atau daerah asal muzaki. Dari total zakat yang dihimpun dari instansi, sekitar 70 persen langsung dikembalikan untuk program kesejahteraan di lingkungan tersebut, sementara Baznas mengelola sekitar 30 persen untuk program sosial lebih luas.
“Kami hanya mengelola amanah dari para muzaki. Harapannya semakin banyak yang berzakat, semakin banyak pula masyarakat kecil yang bisa tersenyum,” pungkasnya. ▪︎ (HAR)
