Dandim 0812-  Forkopimda Ziarah ke Makam Leluhur

170 dibaca

▪︎Menuju Puncak Peringatan HJL ke – 455

▪︎LAMONGAN – POSMONEWS.COM,-
Sehari sebelum puncak Peringatan Hari jadi Lamongan HJL yakni Pasamuan Agung dan Kirab Pataka, Dandim 0812 Lamongan Letkol Arm Ketut Wira Purbawan S.I.P., M.Han mendampingi Bupati dan jajaran Forkopimda Kabupaten Lamongan melaksanakan tahlil dan tabur bunga di makam Mbah Sabilan, Mbah Punuk, dan Mbah Lamong yang dilaksanakan Sabtu (25/5/2024), di Kelurahan Tumenggungan Kecamatan Lamongan.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, ziarah makam leluhur Lamongan merupakan salah satu dari rangkaian tradisi Peringatan Hari Jadi Lamongan (HJL). Ziarah dan tabur bunga ini merupakan wujud bakti Forkopimda Lamongan pada leluhur agar semangat juangnya terus menjadi teladan bagi generasi saat ini.

“Bukan Bangsa yang besar, Bangsa yang tidak menghargai para pahlawannya. Bukan generasi yang tangguh ketika generasi itu tidak mengetahui akar budaya dan pendahulu-pendahulunya.” Ujar Bupati Lamongan.

“Maka dari itu Momen Hari Jadi Lamongan HJL ke 455 ini kita jadikan sebuah momentum untuk melihat jati diri Kabupaten Lamongan, jati diri kita, darimana kita, ke arah mana yang akan kita bawa, apa yang telah dilakukan pendahulu-pendahulu kita untuk menjadi keteladanan, contoh, motivasi, tekad kita semua untuk membawa Kabupaten Lamongan ini menuju kearah yang lebih baik, menjemput kejayaan,” lanjut Bupati Lamongan,Dr. H. Yuhronur Efendi MBA.

Dalam ziarah leluhur ini oleh Forkopimda Kabupaten Lamongan berharap agar mampu menjadikan refleksi untuk meneladani dan mengingat riwayat serta semangat juang pendahulu dan pendiri Lamongan.

“Mari kita jadikan setiap peringatan Hari Jadi Lamongan ini untuk mendapatkan kembali skill, motivasi, dan tekad bagi kita semuanya untuk membangun Lamongan menuju kejayaan. Saya yakin dengan kebersamaan yang selalu saya sampaikan, semuanya ini akan bisa kita raih,” imbuh.

Hari Jadi Lamongan yang ditandai dengan awal diwisudahnya Mbah Lamong (Ranggahadi) yang merupakan murid kesayangan Sunan Giri II pada 10 Dzulhijjah 976 H/ 26 Mei 1569 karena jasa dan keteladanannya dalam melaksanakan dakwah, yang kemudian berjuluk Tumenggung Surajaya.

Sebutan Mbah Lamong yang diberikan karena kebaikan dan keuletannya dalam momong (mengasuh) segala bidang, kemudian menjadi cikal bakal nama Kabupaten Lamongan. Lamong yang berasal dari Bahasa Jawa kuno “La/Ra” yang artinya baik dan “Mong” yang artinya among, momong, sehingga Lamong memiliki arti pamong yang baik, sebagaimana keteladanan yang diberikan oleh Ki Ranggahadi.▪︎[DANAR SP]