Berita Utama

Kementerian PUPR Kejar Target Mega Proyek 13 Bendungan 2023

▪︎JAKARTA-POSMONEWS.COM,-
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA), fokus target penyelesaian pembangunan 13 bendungan pada Tahun Anggaran (TA) 2023.

Hal itu dilakukan dalam rangka memperkuat ketahanan sumber daya air melalui infrastruktur pembangunan.

Mega proyek tersebut meliputi;
1. Bendungan Rukoh.
2. Bendungan Keureuto.
3. Bendungan Lau Simeme.
4. Bendungan Karian.
5. Bendungan Cipanas.
6. Bendungan Leuwikeris.
7. Bendungan Jlantah.
8. Bendungan Sidan.
9. Bendungan Tiu Suntuk.
10. Bendungan Temef.
11. Bendungan Pamukkulu.
12. Bendungan Ameroro.
13. Bendungan Sepaku Semoi.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Jarot Widyoko mengatakan, untuk mengejar target tersebut anggaran sebesar Rp6,12 triliun telah dialokasikan dari pagu anggaran Direktorat Jenderal Sumber Daya Air TA 2023 yang berjumlah Rp 41,94 triliun dengan rincian Rp 39,42 triliun untuk program ketahanan sumber daya air dan Rp 2,52 triliun untuk program dukungan manajemen.

“Terkait tambahan anggaran pada program ketahanan sumber daya air di pagu Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, yang pertama ada tambahan anggaran sebesar Rp 5 triliun difokuskan untuk mendukung target penyelesaian 13 bendungan. Termasuk juga Bendungan Karian yang sumber pendanaanya dari pinjaman luar negeri. Lalu, tambahan yang kedua sebesar Rp 1,12 triliun difokuskan untuk pembangunan infrastruktur seperti pembangunan Bendungan Sepaku Semoi yang ditargetkan selesai awal 2023 supaya selanjutnya bisa dilaksanakan impounding dan pada 2024 sudah dapat berfungsi,” terang Jarot.

Di samping itu, tambahan anggaran yang kedua dengan nilai Rp 1,12 triliun tersebut juga dialokasikan untuk beberapa studi terkait operasional bendungan seperti kajian sempadan, penataan kawasan, serta studi sedimentasi waduk, dan kajian longsoran hulu bendungan.

Direktorat Jenderal Sumber Daya Air juga akan melanjutkan 10 pembangunan bendungan lainnya yang alokasinya akan berlanjut ke tahun anggaran berikutnya yang meliputi Bendungan Tiga Dihaji, Bener, Jragung, Marangkayu, Bagong, Bulango Ulu, Budong-Budong, Meninting, Manikin dan Way Apu.

Lalu, pembangunan prasarana air baku sebesar Rp 2,32 triliun dengan penyediaan air baku berkapasitas 2,6 meter kubik per detik, dan pembangunan 28 unit embung.

Kemudian, pada program Padat Karya Tunai (PKT) pada tahun 2023 akan dialokasikan anggaran sebesar Rp 5 triliun yang akan menyerap tenaga kerja sebanyak 353.000 orang pada program P3TGAI dan Operasi Pemeliharaan Infrastruktur Sumber Daya Air berpola padat karya.

▪︎Bendungan Jlantah Selesai 2023

Sementara itu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, menargetkan pembangunan Bendungan Jlantah, Karanganyar, Jawa Tengah, yang dapat mengairi persawahan hingga 1.494 hektare, akan selesai akhir 2023.

“Target untuk dapat diselesaikan pada akhir tahun 2023 mudah-mudahan dapat tercapai,” kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulisnya.

Bendungan Jlantah, merupakan satu dari 13 bendungan yang sedang dibangun Kementerian PUPR di seluruh Tanah Air pada tahun ini.

Menteri Basuki mengatakan, Bendungan Jlantah akan memiliki kapasitas tampung 10,97 meter kubik yang bersumber dari aliran Sungai Jlantah dan Sungai Puru. Konstruksi bendungan didesain dengan tinggi 70 meter dari dasar sungai, panjang puncak 404 meter, lebar puncak 12 meter, dan elevasi puncak bendungan lebih dari 690 meter.

Direktur Bendungan dan Danau Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Adenan Rasyid, mengatakan bendungan Jlantah dibangun sejak Juli 2019 oleh PT Waskita Karya Persero dan PT Adhi Karya KSO dengan nilai kontrak sebesar Rp 965 miliar.

“Saat ini progresnya sudah sekitar 65 persen. Nantinya bendungan Jlantah akan mengairi 1.494 hektar area persawahan di kawasan Jatipuro dan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar,” jelas Adenan.

Di samping sebagai sumber irigasi, bendungan Jlantah juga sebagai sumber air baku dengan kapasitas sebesar 150 liter per detik dan dapat mereduksi banjir sebesar 51,26 persen atau 70,33 meter kubik per detik untuk Q50.

“Kehadiran bendungan ini juga akan memberi manfaat untuk potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,625 mega watt (MW), serta untuk konservasi dan pariwisata di Kabupaten Karanganyar,” kata Adenan.

Adapun secara keseluruhan, pada periode 2015-2025, Kementerian PUPR menargetkan penyelesaian pembangunan 61 bendungan yang akan meningkatkan suplai air irigasi premium dari semula 10,6 persen menjadi 19,3 persen.

Hingga Februari 2023 dari 2015, menurut Kementerian PUPR, telah diselesaikan pembangunan 36 bendungan baru yang menambah daerah irigasi produktif seluas 234.741 hektare sebagai bagian dari peningkatan luasan jaringan irigasi seluas 1,12 juta hektare, dan rehabilitasi jaringan irigasi seluas 3,84 juta hektare.▪︎[FEND]

Related Articles

Back to top button