Berita Utama

Gubernur Jatim dan Bupati Malang Berikan Santunan Korban Tanah Longsor

▪︎MALANG – POSMONEWS.COM,-
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengunjungi dua korban banjir dan tanah longsor yang menjalani perawatan di RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang, Senin (10/7/2023).

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Jatim didampingi Bupati Malang H.M. Sanusi, Kapolres Malang AKBP Putu Kholis, Dandim 0818 Malang – Batu dan beberapa kepala OPD Jatim dan Kabupetan Malang.

Guberbur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, kunjungan ini dalam rangka menyampaikan sekaligus memberikan santunan duka cita untuk tiga orang dalam 1 rumah yang terdampak dari tanah longsor di Pronojiwo.

“Kita juga meninjau beberapa jembatan yang sudah mongkonfirmasi kepada PUPR dan juga BNPB, Prmkab. Maka tugas Pemprov adalah melakukan rekonstruksi dari jembatan kelapa Sawit yang terputus.total,” terang Khofifah.

Khofifal juga mengatakan dalam musibah ini, duka menyelimuti warga kabupaten malang yang meninggal usia 73 tahun. Sedangkan putri dan cucunya yang sekarang melakukan recovery dirawat di rumah sakit Kanjuruhan Kabupaten Malang.

“Kita tentu bersana-sama mengharapkan mitigasi bencana dari seluruh masyarakat bisa dibangun kewaspadaan, dimana dititk tertentu sudah mengalami kekeringan, dititik tertentu ternyata masih ada hujan dengan intensitas yang cukup tinggi,” jelasnya.

“Tadi menurut anggota keluarga, sepuluh hari terjadi hujan dengan intensitas yang cukup tinggi yang kemudian berdampak pada rumah beliau. Insya Allah kondisinya baik. Kalau Felik 14 tahun sudah menjalani operasi dan sudah recovery dan sudah mulai berjalan berjalan,” ungkapnya.

“Kemudian tantenya yang sedang dirawat insya allah sudah mulai recovery dengan baik. Dan mungkin satu dua tiga hari sudah diijinkan kembali untuk rawat jalan,” tambahnya.

Sementara itu Plt. Dirut RSUD Kanjuruhan Bobi Prabowo mengatakan korban tanah longsor ada tiga, namun yang dirawat di RSUD Kanjuruhan ada dua.

“Yang pertama ada ibu Lilis (36) mengalami patah tulang tertutup clavicula, dan yang satu lagi Felik ((14) mengalami patah tulang cruris (tulang tungkai bawah),” ucap Bobi.

Pada saat kejadian pada Jumat sore, di tangani oleh puskesmas Ampelgading, kemudian dirujuk ke RSUD Kanjuruhan dan dilakukan scraining dan paginya dilakukan operasi.

“Dan syukurlah kondisi karena cepat ditangani tidak ada komplikasi,” katanya.

Perlu diketahui, peristiwa bencana tanah longsor tersebut terjadi di Dusun Sukoanyar RT.18/04, Desa Wirotaman, Kecamatan Ampelgading pada Jumat (8/7) kurang lebih pada pukul 18.30 WIB, yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi.(AHM/Dadang)

Related Articles

Back to top button