IWO Indonesia Malang Raya dan Ngalam Media Center Kutuk Oknum Staf PT. Lesaffre
▪︎Dianggap Lecehkan Profesi Wartawan
▪︎MALANG RAYA-POSMONEWS.COM,-Ikatan Wartawan Online Indonesia Malang Raya mengutuk keras dan sangat kecewa atas ucapan dari salah satu oknum staf PT. Lesaffre yang dianggap sangat melecehkan profesi jurnalis karena mengatakan “Anda semua ini Wartawan seperti Preman”.
Perlakuan tidak pantas diucapkan tersebut dilakukan oleh oknum staf dari PT. Lesaffre yang berlokasi di jalan Raya Bulupayung Krebet Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang, Rabu (31/5/2023) siang.
“Saya selaku ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia mengutuk keras apa yang diucapkan oleh salah satu oknum staf dari PT. Lesaffre yang diketahui bernama Nurhayati, ini sudah mencederai hati nurani para jurnalis. Karena jurnalis sudah nyata dilindungi UU Pers,” ungkap Yuni Ektanta Ketua IWO Indonesia Malang Raya melalui pesan Watshapp, Kamis (1/6/2023).
Yuni mwngungkapkan, apapun yang dilakukan oleh oknum tersebut harus dipertanggung jawabkan dengan permintaan maaf secara terbuka.
“Apabila itu tidak dilakukan, IWO Indoneaia Malang Raya akan melakukan upaya hukum yang berlaku,” terangnya.
Perlu dikwtahui, kejadian itu bermula saat para wartawan ingin wawancara dan mendapatkan konfirmasi dari pihak managemen terkait Pemuda Pancasila Kabupaten Malang yang mendatangi PT. Lesaffre pada Rabu (31/5/2023) terkait somasi yang dilayangkan.
Saat itu, para wartawan mendapat pengarahan dari crew untuk menemui salah satu Staf Management PT. Lesaffre, maka para awak media bertemu dengan staf bernama Nurhayati.
Bukannya mendapatkan penjelasan dan jawaban darinya, Nurhayati malah mengucapkan kata-kata “Anda sebagai jurnalis seharusnya paham dengan kode etik,” ucap Heru salah satu wartawan yang menirukan ucapan Nurhayati.
“Anda semua ini Wartawan seperti Preman, Apakah anda semua sudah di ijinkan oleh pihak security masuk kesini,” lanjutnya.
Mendapatkan kata-kata seperti itu membuat beberapa awak media yang semula di depan ikut masuk sehingga pihak keamanan memediasi untuk segera meninggalkan kantor management PT. Lesaffre.
Setelah melakukan mediasi akhirnya pihak management Pt. Lesaffre yaitu Nurhayati melayangkan permohonan maaf.
“Saya terkejut tiba-tiba di datangi Wartawan atau pers tanpa seorang pun memberitahu saya dari pihak Security maupun management. Saya mengucapkan seperti itu saya minta maaf, saya tidak bermaksud seperti itu tapi kalau berhubungan dengan perusahaan saya tidak bisa memberikan informasi karena pertanyaan atau konfirmasi rekan-rekan media seperti apa karena tidak punya hak,” tutupnya.
Sementara itu Ketua Komunias Ngalam Media Center, Y. Lukman Adiwinoto yang saat itu juga berada di lokasi menyatakan bahwa apa yang dilakukan oleh staf atau manajemen PT. Lesaffre terlalu berlebihan, dan terkesan tidak welcome pada media yang ingin mengkomfirmasi perihal masalah aksi dari Pemuda Pancasila yang terjadi di depan pintu masuk PT.Lesafrre.
“Dari pihak manajemen terkesan tidak welcome pada media, telebih saat ingin mengkomfirmasi terkait dengan aksi yang ada di depan PT. Lesaffre,” jelasnya.
Sedangkan saat di singgung terkiat dengan permintaan maaf dari Nurhayati dari Staf PT. Lesaffre, Lukman mengatakan jika secara pribadi dirinya sudah memaafkan, namun secara etika profesi kami akan melaporkan yang bersangkutan kepada Pihak Kepolisian karena sudah melecehkan profesi rekan-rekan wartawan dan insan pers.
“Hari ini kami akan segera kaji dengan team hukum terkiat dengan pernyataan saudara Nurhayati, Staf PT. Lesaffre tersebut dan kami akan atas nama Organisasi Pers secepatnya akan melayang kan lporan ke pada yang bersangkatutan,” pungkasnya.▪︎[Dadang/AHM]


