Citra Pemimpin Ambeg Paramarta dan Hanyakrawati
▪︎Kado Bupati Yes di HJL-456 (2)
▪︎LAMONGAN – POSMONEWS.COM,-
Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-456 memiliki makna penting sebagai penghormatan terhadap sejarah, dan tokoh pendiri dan pejuang Lamongan. Dari era dinasti kerajaan, tokoh kasunanan walisongo hingga para bupati di era sekarang ini. Tampuk kepemimpinan kota soto dipegang oleh bupati Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA, M.EK,.
Kota Lamongan yang akan berusia 546 tahun di tanggal 26 Mei 2025 nanti menurut pandangan spiritualis dan winasis asal Lamongan dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Matra Jatim Mas Haryo Damar (Arie Sutikno, ST), menyebut sebagai keberuntungan tersendiri. Bahwa kota Lamongan kini memiliki pemimpin bupati yang memiliki karakter, kebijakan, inovasi dan kemampun managemen yang luar biasa. Sehingga Ia menyebut Bupati Yes memiliki citra Ambeg Paramarta.
“Tidak berlebihan kiranya saya sebut beliau memiliki citra Ambeg Paramarta. Pemimpin yang menekankan prinsip keberanian, keadilan, dan kebijaksanaan dalam menjalankan tugas dan kewajiban. Itulah yang disebut kepemimpinan yang adil dan bijaksana. Karena itulah warga Lamongan seyogyanya menghormati pemimpinnya,” tuturnya.
Hakikat Ambeg Paramarta mencakup sikap
Prasaja, (Sederhana), Setya (Loyal), Waspada Purba Wisesa (waspada, piawai dalam pengawasan, mengkoreksi dan memberi saran), Ambeg Parama Arta (piawai memilih dan mengambil keputusan sesuai dengan prioritasnya). Selain itu, ia juga memegang prinsip leadership Jawa : Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani.
Adapun pengamat Budaya Jawa, Jatim KRT. Eko Wahyudi Reksomulyo, MM, menyebut Bupati Yes layak disebut pemimpin atau Bupati Hanyakrawati.
Istilah ini berasal dari etimologi, Cakrawati. Cakrawartin (Sansekerta/ Dewanagari) Cakravartin; Pali: Cakkavatti) adalah istilah yang digunakan dalam agama Dharma (terutama Hindu dan Buddha) untuk merujuk kepada sosok seorang penguasa jagat yang ideal, seorang maharaja yang bijaksana dan welas asih kepada seluruh makhluk di dunia.
Pandangan spiritual tersebut, terbukti diimbagi dengan kemampuannya sebagai birokrat sejati. Bahwa Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA, M.EK lah yang memantapkan kiprah dari Bupati sebelumnya, agar Lamongan mencapai Kejayaan yang Berkelanjutan dan Berkeadilan.
Dalam catatan posmonews.com, di setiap kesempatan , jegiatan dan seremonial, Bupati selalu menggaungkan idiom yang mengedepankan kepemimpinan yang berkesinambungan. Dan ujungnya adalah regenerasi serta transformasi kepemimpinan generasi millenial.
“Berkelanjutan yakni kondisi Lamongan yang dapat menjaga kesinambungan dan pemerataan pembangunan berbasis peletarian lingkungan, yang selaras dengan nilai-nilai agama, solidaritas, dan toleransi di tengah keberagaman, sehingga dapat merawat harmonisasi sosial,’’ kata Pak Yes yang dicuplik media ini di sebuah acara kedinasan.(bersambung).
▪︎[DANAR SP]


