Berita Utama

Bendungan Bolango Ulu Jadi Bendungan Termegah

▪︎KemenPUPR Targetkan Rampung 2024, Infestasi Rp 2,2 Triliun

▪︎JAKARTA-POSMONEWS.COM,-
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), tanpa henti membangun infrastruktur. Proyek pembangunan Bendungan Bolango Ulu, Desa Tulo’a, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, bakal menjadi bendungan termegah.

Provinsi Gorontalo segera miliki bendungan baru termegah yang bakal selesai tahun 2024 dengan luas mencapai 614,72 hektare.

Di tengah upaya meningkatkan infrastruktur yang mampu mendukung pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat, Provinsi Gorontalo menghadirkan proyek termegah dalam bentuk bendungan terbesar yang bakal menjadi aset penting di wilayah tersebut.

Proyek bendungan ini telah menjadi fokus pemerintah untuk meningkatkan sektor pertanian, infrastruktur, dan penyediaan air bagi masyarakat.

Dengan dibangunnya bendungan, diharapkan dapat mengatasi masalah kekeringan, memperlancar irigasi, serta mendukung pertumbuhan sektor pertanian secara signifikan.

Selain fungsinya sebagai sumber air baku dan irigasi, bendungan ini juga akan menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM).
Dengan demikian, bendungan ini akan memberikan kontribusi dalam memenuhi kebutuhan energi di Gorontalo.

Berdasarkan dari data BPS Provinsi Gorontalo, jarak lokasi bendungan dari pusat Kota Kabupaten Bone Bolango sejauh 30,1 km, yang dapat diakses dengan kendaraan bermotor selama kurang lebih 4 jam.

Dilansir dari laman resmi pu.go.id, Bendungan Bolango Ulu salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dibangun sejak 2019 dengan daya tampung 84,10 juta m3.

Bendungan Bolango Ulu merupakan tipe urugan batu inti tegak dengan luas genangan 614,72 hektare yang dapat dimanfaatkan sebagai tampungan air pengendali banjir wilayah hilir Sungai Bolango.

Adapun sumber air yang berasal dari DAS Bolango seluas 243,19 km2 akan dikendalikan oleh bendungan, khususnya pada musim hujan dengan mengurangi debit banjir sebesar 414 m3/detik.

Selain itu, Bendungan Bolango Ulu juga memiliki fungsi untuk memenuhi kebutuhan air baku, khususnya pada musim kemarau dengan kapasitas sebesar 2.200 liter/detik untuk Kabupaten Bone Bolango dan Kabupaten Gorontalo serta potensi sebagai sumber tenaga listrik sebesar 4,90 MW.

Secara keseluruhan total biaya pembangunan bendungan Bolango Ulu mencapai Rp 2,265 triliun dengan progres fisik hingga Juni 2022 mencapai 10,24% dan ditargetkan selesai 2024.

Bendungan megah yang sedang dibangun di Gorontalo ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur yang dapat memberikan dampak yang besar bagi masyarakat.

Proyek pembangunan bendungan Bolango Ulu tidak hanya berpotensi dalam meningkatkan pertanian dan pendapatan masyarakat, tetapi juga dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi pertumbuhan wilayah.▪︎[FEND]

Related Articles

Back to top button